Fitra Kaget Calon Dirjen Pajak Tak Berkualitas Lolos
Kamis, 01 Januari 2015 - 09:01 WIB
Fitra Kaget Calon Dirjen Pajak Tak Berkualitas Lolos
A
A
A
JAKARTA - Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) kaget atas lolosnya beberapa calon tidak berkualitas yang mengikuti proses lelang Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak.
Ketua Koordinator Fitra Ucok Sky Khadafi mengatakan, berdasarkan kolom penilaian yang didapatnya dari sumber Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tujuh nama yang dipilih Pansel tersebut didasari pada suka dan tidak suka anggota Pansel.
"Ada kesan like and dislike jika melihat hasil penilaian dan nama-nama yang lolos calon dirjen pajak," ujar dia dalam rilisnya, Kamis (1/1/2015).
Menurut dia, seharusnya pansel tidak meloloskan calon tersebut kalau dalam penilaian sudah diberi tanda merah baik oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) maupun PPATK, meskipun dalam penilaian akhir angkanya cukup bagus.
"Orang yang pintar tidak diloloskan, dan orang tidak pintar justru diloloskan. Ada apa ini, tanda tanya besar untuk Pansel," terangnya.
Ucok pun mengkritik tidak adanya penilaian dari Badan Intelijen Negara (BIN), padahal sebelumnya Ketua Pansel Mardiasmo mengatakan dalam penilaian akan menunggu laporan dari BIN.
"Ini yang paling aneh, kok BIN tidak dilibatkan ya. Saya curiga ada calon Dirjen Pajak yang akan diangkat, takut ketahuan perbuatan busuknya oleh BIN," imbuhnya.
Seharusnya, kata dia, Pansel tidak gegabah mengumumkan tujuh nama calon Dirjen Pajak. Sebab penilaian yang dilakukan ini masih sangat subjektif.
"Pansel harus membentuk tim investigasi untuk mencari info, data, dan dokumen ke lapangan," pungkasnya.
Ketua Koordinator Fitra Ucok Sky Khadafi mengatakan, berdasarkan kolom penilaian yang didapatnya dari sumber Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tujuh nama yang dipilih Pansel tersebut didasari pada suka dan tidak suka anggota Pansel.
"Ada kesan like and dislike jika melihat hasil penilaian dan nama-nama yang lolos calon dirjen pajak," ujar dia dalam rilisnya, Kamis (1/1/2015).
Menurut dia, seharusnya pansel tidak meloloskan calon tersebut kalau dalam penilaian sudah diberi tanda merah baik oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) maupun PPATK, meskipun dalam penilaian akhir angkanya cukup bagus.
"Orang yang pintar tidak diloloskan, dan orang tidak pintar justru diloloskan. Ada apa ini, tanda tanya besar untuk Pansel," terangnya.
Ucok pun mengkritik tidak adanya penilaian dari Badan Intelijen Negara (BIN), padahal sebelumnya Ketua Pansel Mardiasmo mengatakan dalam penilaian akan menunggu laporan dari BIN.
"Ini yang paling aneh, kok BIN tidak dilibatkan ya. Saya curiga ada calon Dirjen Pajak yang akan diangkat, takut ketahuan perbuatan busuknya oleh BIN," imbuhnya.
Seharusnya, kata dia, Pansel tidak gegabah mengumumkan tujuh nama calon Dirjen Pajak. Sebab penilaian yang dilakukan ini masih sangat subjektif.
"Pansel harus membentuk tim investigasi untuk mencari info, data, dan dokumen ke lapangan," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :