Pemerintah Harus Tetapkan Formula dan Pola Subsidi BBM
Kamis, 01 Januari 2015 - 17:01 WIB
Pemerintah Harus Tetapkan Formula dan Pola Subsidi BBM
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Energi Marwan Batubara mengatakan, pemerintah harus menetapkan formula dan pola subsidi yang akan digunakan untuk penetapan harga BBM jika kembali naik ketika harga minyak dunia naik.
Menurutnya, pemerintah harus memiliki formulasi dan pola subsidi yang nantinya menjadi penerapan. Jika sebelumnya tidak ada formula dan timing yang jadi rujukan harga di angka berapa serta berapa besar kenaikan harga minyak dunia.
"Selama ini sudah timbul gejolak sosial, ekonomi, inflasi tinggi. Sehingga kalau ada rencana dan formulasi tepat menaikkan subsidi tetap, kita bisa menerima supaya gejolak-gejolak tadi bisa dihindari," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Kamis (1/1/2014).
Hanya saja, lanjut dia, dalam penerapan subsidi tetap ini, harus ada angka rujukan harga.
"Jadi kalau sekarang harga Rp7.600 itu Rp0 subsidinya, itu pada saat harga minyak dunia USD60/barel. Kalau nanti naik USD80, subsidinya mungkin Rp1.000. Jadi harus ada formula yang menjadi rujukan," terang Marwan.
Menurutnya, rencana subsidi tetap itu pemerintah maksimum kalau ada kenaikan harga, harus mensubsidi Rp1.000/liter.
"Kita butuh penjelasan, formulanya seperti apa dan dasar dari angka Rp1.000 itu terhadap berapa harga minyak dunia itu bagaimana," tandas dia.
Menurutnya, pemerintah harus memiliki formulasi dan pola subsidi yang nantinya menjadi penerapan. Jika sebelumnya tidak ada formula dan timing yang jadi rujukan harga di angka berapa serta berapa besar kenaikan harga minyak dunia.
"Selama ini sudah timbul gejolak sosial, ekonomi, inflasi tinggi. Sehingga kalau ada rencana dan formulasi tepat menaikkan subsidi tetap, kita bisa menerima supaya gejolak-gejolak tadi bisa dihindari," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Kamis (1/1/2014).
Hanya saja, lanjut dia, dalam penerapan subsidi tetap ini, harus ada angka rujukan harga.
"Jadi kalau sekarang harga Rp7.600 itu Rp0 subsidinya, itu pada saat harga minyak dunia USD60/barel. Kalau nanti naik USD80, subsidinya mungkin Rp1.000. Jadi harus ada formula yang menjadi rujukan," terang Marwan.
Menurutnya, rencana subsidi tetap itu pemerintah maksimum kalau ada kenaikan harga, harus mensubsidi Rp1.000/liter.
"Kita butuh penjelasan, formulanya seperti apa dan dasar dari angka Rp1.000 itu terhadap berapa harga minyak dunia itu bagaimana," tandas dia.
(izz)
Lihat Juga :