BI Perkirakan Inflasi Desember Lebih Tinggi

Kamis, 01 Januari 2015 - 19:30 WIB
BI Perkirakan Inflasi...
BI Perkirakan Inflasi Desember Lebih Tinggi
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memaparkan, pada Desember 2014 inflasi kemungkinan akan sedikit lebih tinggi dari yang dilihat sebelumnya di kisaran 8,1%-8,3%.

"Mungkin, bisa di 8,2%-8,4%. Kita lihat inflasi di Desember itu secara mtm bisa di 2,2%-2,4%," kata Agus di Jakarta, Rabu (31/12/2014).

Menurutnya, angka itu dikontribusikan dari kenaikan harga BBM yang berperan sebesar 0,61%- 0,65%. Kemudian, ada pengaruh dari komoditi lainnya seperti cabai rawit atau cabai merah yang di beberapa daerah harganya naik sehingga menyumbang inflasi 0,4%.

"Inflasi juga sudah sesuai target yakni di 4,5 plus minus 1% malah sudah di level 4,5%. Nah tetapi karena mau ada penyehatan di menajemen energi, makanya inflasi meningkat. Tapi kami yakini sifatnya temporer dan akan kembali normal. Mudah-mudahan nanti inflasi bisa stabil dan rendah," harap dia.

Agus menuturkan, kondisi 2014, di mana harga minyak dunia turun dan kalau pemerintah mengambil kebijakan untuk mengelola energi dengan lebih tajam itu secara umum kami sambut baik.

Hal itu karena memang pengelolaan energi dan pengelolaan pangan disertai pembangunan modal dasar untuk pembangunan Indonesia itu adalah PR yang perlu diatasi Indonesia secara jangka menengah-panjang.

"Jadi mengelola energi termasuk BBM dan listrik, mengelola pangan dan membangun modal dasar pembangunan seperti infrastruktur dan SDM itu tantangan struktural kita," ujarnya.

Menurutnya, jika kebijakan dikeluarkan untuk menurunkan subsidi premium tidak ada lagi, dia yakin bahwa saving yang terwujud akan digunakan untuk memberikan perhatian kepada kaum miskin atau bahkan akan dilakukan dengan melakukan transfer scara elektronik, sehingga langsung kepada yang membutuhkan.

Agus juga meyakini jika seandainya subsidi yang sifatnya konsumtif tadi dirubah menjadi bantuan sosial yang targeted atau langsung pada individu yang membutuhkan maka itu akan membuat dana anggaran negara efektif digunakan.

Adapun terkait dengan masih diberikan subsidi kepada solar dan dimasukkan dalam skema fix subsidi, pihaknya menyambut baik karena menunjukan dukungan pemerintah kepada dunia usaha dan tetap dilakukan dengan terukur.

Sehingga, kalau terjadi harga minyak dunia berubah tinggi di masa depan tidak kemudian menjadi tambahan beban yang tidak terduga yang selama ini selalu menjadi momok bagi ekonomi Indonesia.

"Kita bisa bayangkan, saving yang ada di atas Rp200 triliun dan ini kalau nanti sistem penyusunan APBN perubahan bisa efektif," ujar dia.

Dia mengatakan, persiapan dalam pengertian lembaga mempersiapkan anggaran belanja untuk infrastruktur atau pembiayaan produktif itu dapat selesai dan dapat dicairkan.

"Pencairan tidak perlu menunggu sampai bulan-bulan terakhir setiap tahun itu dampaknya akan baik sekali pada PE Indonesia," tutupnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Senin 15 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved