Gapeksindo Makassar Targetkan Nilai Proyek Rp1 T
Jum'at, 02 Januari 2015 - 12:03 WIB
Gapeksindo Makassar Targetkan Nilai Proyek Rp1 T
A
A
A
MAKASSAR - Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Makassar menargetkan nilai proyek infrastruktur yang didapatkan tahun ini sebesar Rp1 triliun. Target tersebut dipatok dari nilai proyek infrastruktur yang dialokasikan pemerintah pusat sebesar Rp32 triliun.
Ketua Gapeksindo Makassar, Andi Nasrun Tahir mengatakan, 2015 menjadi tahun menjanjikan bagi pengusaha konstruksi di Indonesia. Sebab itu, seluruh pengusaha optimis dapat meningkatkan nilai proyek yang dikerjakan.
Dia menyebutkan, proyek tersebut tidak saja berasal dari tender pemerintah, tapi juga tender swasta. Hal ini seiring dengan kembali bergairahnya proyek perekonomian Sulawesi Selatan terutama sektor infrastruktur dan properti.
"Nilai proyek ini jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp700 miliar, makanya tahun lalu terus dilakukan peningkatan skill anggota demi mengejar penerapan ASEAN Economic Community (AEC) yang segera diberlakukan. Jika skill bagus, tentunya kami dapat bersaing mengerjakan proyek dengan perusahaan asing," ujarnya, Jumat (2/1/2015).
Andi menuturkan, peningkatan keterampilan penting agar pengusaha jasa konstruksi tidak menjadi penonton di daerah sendiri, dan bisa terus bertahan.
Kendati kontribusi proyek pemerintah mencapai 70%, namun dari segi nilai proyek swasta memberikan kontribusi sebesar Rp35 miliar, dan sisanya Rp5 miliar dari swasta itu yang dikerjakan khusus perusahaan anggota Gapeksindo.
"Kami berharap tahun ini proyek-proyek besar sudah mulai ditenderkan, seperti proyek kereta api (KA) yang menelan investasi hingga triliun, termasuk rencana pemerintah mempercepat proyek MP3EI di wilayah Indonesia Timur," harapnya.
Sementara itu, Ketua Gapeksindo Sulsel Kilat Karaka menyebutkan, besarnya proyek yang masuk ke Sulsel juga harus disertai ketersediaan SDM dan peralatan, sehingga tidak terjadi ketimpangan.
"Sulsel masih kekurangan tenaga terampil di bidang jasa konstruksi, begitupun ketersediaan alat berat yang mendukung pengerjaan. Harusnya ini disiapkan agar tidak lagi dilakukan pengiriman keluar daerah," tandasnya.
Ketua Gapeksindo Makassar, Andi Nasrun Tahir mengatakan, 2015 menjadi tahun menjanjikan bagi pengusaha konstruksi di Indonesia. Sebab itu, seluruh pengusaha optimis dapat meningkatkan nilai proyek yang dikerjakan.
Dia menyebutkan, proyek tersebut tidak saja berasal dari tender pemerintah, tapi juga tender swasta. Hal ini seiring dengan kembali bergairahnya proyek perekonomian Sulawesi Selatan terutama sektor infrastruktur dan properti.
"Nilai proyek ini jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp700 miliar, makanya tahun lalu terus dilakukan peningkatan skill anggota demi mengejar penerapan ASEAN Economic Community (AEC) yang segera diberlakukan. Jika skill bagus, tentunya kami dapat bersaing mengerjakan proyek dengan perusahaan asing," ujarnya, Jumat (2/1/2015).
Andi menuturkan, peningkatan keterampilan penting agar pengusaha jasa konstruksi tidak menjadi penonton di daerah sendiri, dan bisa terus bertahan.
Kendati kontribusi proyek pemerintah mencapai 70%, namun dari segi nilai proyek swasta memberikan kontribusi sebesar Rp35 miliar, dan sisanya Rp5 miliar dari swasta itu yang dikerjakan khusus perusahaan anggota Gapeksindo.
"Kami berharap tahun ini proyek-proyek besar sudah mulai ditenderkan, seperti proyek kereta api (KA) yang menelan investasi hingga triliun, termasuk rencana pemerintah mempercepat proyek MP3EI di wilayah Indonesia Timur," harapnya.
Sementara itu, Ketua Gapeksindo Sulsel Kilat Karaka menyebutkan, besarnya proyek yang masuk ke Sulsel juga harus disertai ketersediaan SDM dan peralatan, sehingga tidak terjadi ketimpangan.
"Sulsel masih kekurangan tenaga terampil di bidang jasa konstruksi, begitupun ketersediaan alat berat yang mendukung pengerjaan. Harusnya ini disiapkan agar tidak lagi dilakukan pengiriman keluar daerah," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :