IHSG Awal Pekan Diproyeksi Menguat Terbatas
Senin, 05 Januari 2015 - 07:47 WIB
IHSG Awal Pekan Diproyeksi Menguat Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diproyeksi masih berpotensi menguat dalam kisaran terbatas.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.157 dan resistance 5.262," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Senin (5/1/2015).
Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak flat pada perdagangan akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Avg menguat tipis 0,06%, indeks S&P500 melemah 0,03%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini melemah. Indeks Nikkei 225 (Jepang) terkoreksi 0,54%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) melemah 0,47%.
Sementara, harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun 0,86% ke level USD52,69 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,50% ke posisi USD1.187,10 per troy ounce.
Dari dalam negeri, defisit neraca perdagangan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia pada November 2014 mencapai USD1,36 miliar, lebih tinggi dibandingkan defisit migas Oktober 2014 senilai USD1,11 miliar.
Hal tersebut membuat neraca perdagangan November 2014 mengalami defisit USD420 juta. Sementara, laju inflasi Desember 2014 menembus 2,4%, lebih tinggi dari perkiraan Bank Indonesia (BI) yang sebesar 2,1%-2,2%.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.157 dan resistance 5.262," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Senin (5/1/2015).
Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak flat pada perdagangan akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Avg menguat tipis 0,06%, indeks S&P500 melemah 0,03%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini melemah. Indeks Nikkei 225 (Jepang) terkoreksi 0,54%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) melemah 0,47%.
Sementara, harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun 0,86% ke level USD52,69 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,50% ke posisi USD1.187,10 per troy ounce.
Dari dalam negeri, defisit neraca perdagangan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia pada November 2014 mencapai USD1,36 miliar, lebih tinggi dibandingkan defisit migas Oktober 2014 senilai USD1,11 miliar.
Hal tersebut membuat neraca perdagangan November 2014 mengalami defisit USD420 juta. Sementara, laju inflasi Desember 2014 menembus 2,4%, lebih tinggi dari perkiraan Bank Indonesia (BI) yang sebesar 2,1%-2,2%.
(izz)
Lihat Juga :