Calon Dirjen Pajak Bermasalah Perlu Diinvestigasi

Senin, 05 Januari 2015 - 10:42 WIB
Calon Dirjen Pajak Bermasalah...
Calon Dirjen Pajak Bermasalah Perlu Diinvestigasi
A A A
JAKARTA - Direktur The Jakarta Institute, Rahmat Soleh meminta para calon dirjen pajak yang tidak lolos dan dinyatakan bermasalah oleh PPATK, KPK, dan BIN, perlu diproses secara hukum.

"Kalau sudah jelas dinyatakan tidak lolos karena ada catatan di PPATK, KPK, dan BIN harus ditindaklanjuti dalam proses hukum selanjutnya, masa orang bermasalah masih bisa menjabat sebagai eselon II di kantor pajak," kata dia dalam rilinsya di Jakarta, Senin (5/1/2015).

Lelang ini bisa menjadi sarana bagi penegak hukum untuk masuk lebih dalam memeriksa kasus hukum yang sudah diperoleh PPATK, KPK, dan BIN saat proses lelang jabatan.

"Pihak terkait harus segera menerbitkan sprindik terhadap calon Dirjen Pajak yang sudah gagal dan terbukti memiliki catatan. Khususnya terkait masalah transaksi keuangan mencurigakan, kalau terbukti ya pecat saja," tuturnya.

Seperti diketahui, beredar bahwa calon-calon dirjen pajak yang tidak lolos sampai tahap akhir dinyatakan bermasalah oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Badan Intelijen Negara (BIN) karena memiliki catatan khusus, dari masalah hukum, kepribadian, maupun transaksi keuangan mencurigakan.

Sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan dirjen pajak telah menetapkan tujuh nama dari 11 nama yang mengikuti seleksi akhir

Dari data yang diperoleh The Jakarta Institute, salah satu calon dirjen pajak yang masih lolos pernah mendapat fee yang berjumlah miliaran dari Jepang, karena menerapkan regulasi perpajakan yang mengecualikan negara tersebut untuk membayar pajak ke Indonesia.

"Kita lihat saja nanti apa masalah ini akan dilupakan begitu saja," tutup dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
20 Tahun Tak Pernah...
20 Tahun Tak Pernah Naik, Bea Meterai Jadi 10 Ribu
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
7 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
8 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
9 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
9 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
9 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
10 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved