Alasan Menkeu Ajukan APBNP 2015 Awal Tahun

Senin, 05 Januari 2015 - 17:39 WIB
Alasan Menkeu Ajukan...
Alasan Menkeu Ajukan APBNP 2015 Awal Tahun
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan alasan diajukannya Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 pada awal tahun.

Dia menjelaskan, banyak program kenegaraan khususnya dalam bidang pembangunan dan infrastruktur yang menunggu putusan dan penggunaan APBNP 2015, sehingga jika sampai pertengahan tahun masih dibahas, akan banyak anggaran yang tidak terserap.

"Ini akan menimbulkan penumpukan anggaran di akhir tahun pastinya," ujar Bambang di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (5/1/2015).

Menurutnya, selama ini kementerian dan lembaga (K/L) terbiasa menunggu APBNP untuk pengadaan dan lelang barang proyek negara pada Juli hingga Desember. Jika hal ini terus dibiarkan, anggaran tidak akan terserap dengan maksimal.

"Lelang dan pengadaan dari APBNP yang mendadak dilakukan, itu akan mengakibatkan dana tidak terserap secara maksimal," imbuhnya.

Lebih lanjut, Bambang memaparkan, kebijakan subsidi tetap untuk bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukannya, semata-mata untuk mengurangi risiko fiskal dan dampak dari APBNP 2015.

"Subsidi tetap ini, kami tetapkan untuk mengurangi risiko fiskal dan dampak dari APBNP," tegasnya.

Saat ini, realisasi APBNP 2014 baru mencapai 94%. Angka penyerapan anggaran masih bisa terus bertambah sampai tahun ini dari sisi belanja negara.

"Realisasi masih ada pergerakan di sana-sini, dari sisi penerimaan belanja, ini menjadi tren yang lebih baik," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
49 menit yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
1 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
3 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
3 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
4 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
13 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved