Rawan Profit Taking, IHSG Diperkirakan Sulit Naik
Selasa, 06 Januari 2015 - 08:01 WIB
Rawan Profit Taking, IHSG Diperkirakan Sulit Naik
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan adanya penilaian posisi IHSG yang dinilai tinggi membuat aksi profit taking berlanjut, sehingga memengaruhi laju IHSG yang mulai kurang dapat mempertahankan tren kenaikannya.
Kemungkinan laju IHSG akan melanjutkan rehat sementara, setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola Evening star menjauhi area upper bollinger band (UBB ). MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai bergerak turun.
"Laju IHSG seperti yang kami ulas sebelumnya, di mana mulai terlihat adanya pelemahan. Kami sampaikan sebelumnya bahwa IHSG sebenarnya masih memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikan namun, mulai terbatas kenaikan tersebut," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/1/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.195-5.210 dan resisten 5.236-5.240. Laju IHSG kemarin gagal mendekati area target resisten (5.250-5.258) dan berada di bawah target support (5.215-5.235).
"Pada kenyataannya, laju IHSG tidak mampu mempertahankan target level tersebut dan berbalik melemah. Mayoritas indeks sektoral mengalami pelemahan. Hanya indeks konsumer yang menguat dan itu pun karena dukungan signifikan dari GGRM dan MYOR," kata Reza.
Selain masih sepinya aktifitas transaksi, mulai adanya aksi-aksi profit taking menahan potensi kenaikan lebih lanjut.
Menurutnya, jika IHSG tidak mampu bertahan di atas 5.235, maka kemungkinan IHSG akan rehat sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir.
Tidak banyaknya laju bursa saham Asia yang di zona hijau dan kembali melemahnya laju rupiah serta kembalinya nett sell asing membuat laju IHSG terpuruk. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp4,17 miliar menjadi net sell Rp144,23 miliar).
Kemungkinan laju IHSG akan melanjutkan rehat sementara, setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola Evening star menjauhi area upper bollinger band (UBB ). MACD mulai terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai bergerak turun.
"Laju IHSG seperti yang kami ulas sebelumnya, di mana mulai terlihat adanya pelemahan. Kami sampaikan sebelumnya bahwa IHSG sebenarnya masih memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikan namun, mulai terbatas kenaikan tersebut," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/1/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.195-5.210 dan resisten 5.236-5.240. Laju IHSG kemarin gagal mendekati area target resisten (5.250-5.258) dan berada di bawah target support (5.215-5.235).
"Pada kenyataannya, laju IHSG tidak mampu mempertahankan target level tersebut dan berbalik melemah. Mayoritas indeks sektoral mengalami pelemahan. Hanya indeks konsumer yang menguat dan itu pun karena dukungan signifikan dari GGRM dan MYOR," kata Reza.
Selain masih sepinya aktifitas transaksi, mulai adanya aksi-aksi profit taking menahan potensi kenaikan lebih lanjut.
Menurutnya, jika IHSG tidak mampu bertahan di atas 5.235, maka kemungkinan IHSG akan rehat sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir.
Tidak banyaknya laju bursa saham Asia yang di zona hijau dan kembali melemahnya laju rupiah serta kembalinya nett sell asing membuat laju IHSG terpuruk. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp4,17 miliar menjadi net sell Rp144,23 miliar).
(izz)
Lihat Juga :