IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan
Selasa, 06 Januari 2015 - 08:16 WIB
IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diproyeksi akan melanjutkan pelemahan.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.161 dan resistance 5.262," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (6/1/2015).
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan tadi malam. Indeks
Dow Jones Industrial Avg terkoreksi 1,86%, sementara indeks S&P500 melemah 1,83%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini juga terkoreksi. Indeks Nikkei 225 (Jepang) turun 2,01%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) melemah 1,07%.
Sementara, harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik 0,02% ke level USD50,04 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat 0,01% ke posisi USD1.204,10 per troy ounce.
Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2015 diperkirakan hanya mencapai 5,2%. Hal itu seiring pelemahan pertumbuhan investasi dan ekspor serta kebijakan Fed Rate di AS.
Sebelumnya, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6%, dan kemudian direvisi menjadi 5,3%. Untuk 2014, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia diturunkan dari 5,2% menjadi 5,1%.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.161 dan resistance 5.262," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (6/1/2015).
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan tadi malam. Indeks
Dow Jones Industrial Avg terkoreksi 1,86%, sementara indeks S&P500 melemah 1,83%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini juga terkoreksi. Indeks Nikkei 225 (Jepang) turun 2,01%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) melemah 1,07%.
Sementara, harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik 0,02% ke level USD50,04 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat 0,01% ke posisi USD1.204,10 per troy ounce.
Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2015 diperkirakan hanya mencapai 5,2%. Hal itu seiring pelemahan pertumbuhan investasi dan ekspor serta kebijakan Fed Rate di AS.
Sebelumnya, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6%, dan kemudian direvisi menjadi 5,3%. Untuk 2014, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia diturunkan dari 5,2% menjadi 5,1%.
(izz)
Lihat Juga :