Rupiah Berakhir Tertekan ke Rp12.735/USD
Rabu, 07 Januari 2015 - 16:39 WIB
Rupiah Berakhir Tertekan ke Rp12.735/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup makin tertekan di tengah makin menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.735 per USD. Posisi ini melemah 88 poin dibanding penutupan Selasa (6/1/2015) di level Rp12.647 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.645 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.645 per USD dan terlemah di level Rp12.773 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik berakhir pada level Rp12.725 per USD, dengan kisaran harian Rp12.645-Rp12.785 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 45 poin dibanding sebelumnya di Rp12.680 per USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp12.742 per USD. Posisi ini terkoreksi 89 poin dari penutupan kemarin di level Rp12.653 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.732 per USD. Posisi ini melemah 74 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp12.658 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tekanan terhadap rupiah masih tinggi meski posisi IHSG menguat seiring membaiknya risk appetite dari pelaku pasar.
"Sentimen negatif dari kembali defisitnya neraca perdagangan Indonesia yang dirilis Jumat lalu masih mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Rabu (7/1/2015).
Sementara IHSG sore ini berhasil menembus level Rp5.200 karena berkurangnya tekanan jual. IHSG menguat 38,06 poin atau 0,74% ke level 5.207,12.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,39 triliun dengan 8,23 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp80,53 miliar. Tercatat 2007 saham naik, 125 saham melemah dan 75 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Siang Ini Makin Terkoreksi ke Rp12.715/USD)
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.735 per USD. Posisi ini melemah 88 poin dibanding penutupan Selasa (6/1/2015) di level Rp12.647 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.645 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.645 per USD dan terlemah di level Rp12.773 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik berakhir pada level Rp12.725 per USD, dengan kisaran harian Rp12.645-Rp12.785 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 45 poin dibanding sebelumnya di Rp12.680 per USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp12.742 per USD. Posisi ini terkoreksi 89 poin dari penutupan kemarin di level Rp12.653 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.732 per USD. Posisi ini melemah 74 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp12.658 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tekanan terhadap rupiah masih tinggi meski posisi IHSG menguat seiring membaiknya risk appetite dari pelaku pasar.
"Sentimen negatif dari kembali defisitnya neraca perdagangan Indonesia yang dirilis Jumat lalu masih mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Rabu (7/1/2015).
Sementara IHSG sore ini berhasil menembus level Rp5.200 karena berkurangnya tekanan jual. IHSG menguat 38,06 poin atau 0,74% ke level 5.207,12.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,39 triliun dengan 8,23 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp80,53 miliar. Tercatat 2007 saham naik, 125 saham melemah dan 75 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Siang Ini Makin Terkoreksi ke Rp12.715/USD)
(rna)