Jika Aksi Beli Berlanjut, IHSG Berpotensi Reli
Kamis, 08 Januari 2015 - 08:19 WIB
Jika Aksi Beli Berlanjut, IHSG Berpotensi Reli
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan memiliki potensi melanjutkan kenaikan (reli) jika aksi beli berlanjut dan didukung penguatan sejumlah saham global.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola white marubozu bertahan di atas area middle bollinger band (MBB). MACD masih turun tipis dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan dari pelemahan.
"Tampaknya utang gap 5.194-5.206 dapat segera dilunasi dan diharapkan jika aksi beli masih berlanjut dan didukung oleh penguatan sejumlah laju bursa saham global dapat membuat IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya," kata dia, Kamis (8/1/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.170-5.188 dan resisten 5.215-5.224. Sementara IHSG kemarin meski belum mendekati area target resisten 5.175-5.196, namun mampu bertahan di atas target support 5.145-5.150.
Menurut dia, rebound-nya sejumlah laju bursa saham Asia kemarin memberikan sentimen positif bagi IHSG, di mana mampu bergerak positif sepanjang sesi perdagangan.
"Rupanya pelaku pasar mencoba memanfaatkan pelemahan sehari sebelumnya untuk kembali masuk melakukan aksi beli," ujar dia.
Menguatnya sejumlah saham-saham yang tergolong big caps mampu mendorong IHSG kembali menghijau. Laju IHSG juga tidak jauh berbeda dengan estimasi sebelumnya, di mana adanya utang gap 5.194-5.206 setidaknya dapat menjadi pertimbangan untuk kembali rebound-nya IHSG setelah menyelesaikan tren pelemahannya.
Meski laju rupiah kembali melanjutkan pelemahannya dan kembalinya nett sell asing meski tipis tidak membuat laju IHSG terpuruk. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp440,45 miliar menjadi net sell Rp2,99 miliar.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola white marubozu bertahan di atas area middle bollinger band (MBB). MACD masih turun tipis dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan dari pelemahan.
"Tampaknya utang gap 5.194-5.206 dapat segera dilunasi dan diharapkan jika aksi beli masih berlanjut dan didukung oleh penguatan sejumlah laju bursa saham global dapat membuat IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya," kata dia, Kamis (8/1/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.170-5.188 dan resisten 5.215-5.224. Sementara IHSG kemarin meski belum mendekati area target resisten 5.175-5.196, namun mampu bertahan di atas target support 5.145-5.150.
Menurut dia, rebound-nya sejumlah laju bursa saham Asia kemarin memberikan sentimen positif bagi IHSG, di mana mampu bergerak positif sepanjang sesi perdagangan.
"Rupanya pelaku pasar mencoba memanfaatkan pelemahan sehari sebelumnya untuk kembali masuk melakukan aksi beli," ujar dia.
Menguatnya sejumlah saham-saham yang tergolong big caps mampu mendorong IHSG kembali menghijau. Laju IHSG juga tidak jauh berbeda dengan estimasi sebelumnya, di mana adanya utang gap 5.194-5.206 setidaknya dapat menjadi pertimbangan untuk kembali rebound-nya IHSG setelah menyelesaikan tren pelemahannya.
Meski laju rupiah kembali melanjutkan pelemahannya dan kembalinya nett sell asing meski tipis tidak membuat laju IHSG terpuruk. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp440,45 miliar menjadi net sell Rp2,99 miliar.
(rna)
Lihat Juga :