Tekanan USD Mereda, Rupiah Menguat ke Rp12.647
Jum'at, 09 Januari 2015 - 16:42 WIB
Tekanan USD Mereda, Rupiah Menguat ke Rp12.647
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup menguat sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang memperpanjang relinya.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.647 per USD. Posisi ini positif 27 poin dibanding penutupan Kamis (8/1/2015) di level Rp12.674 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.651 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.619 per USD dan terlemah di level Rp12.671 per USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah juga berada di level Rp12.651 per USD. Posisi ini membaik 75 poin dibanding dengan penutupan kemarin di level Rp12.726 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.642 per USD, dengan kisaran harian Rp12.620-Rp12.664 per USD. Posisi tersebut terapresiasi 31 poin dibanding hari sebelumnya di Rp12.673 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.640 per USD. Posisi ini melesat 91 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp12.731 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, menguatnya rupiah hari ini karena meredanya tekanan USD menjelang rilis data ketenagakerjaan dan pengganguran di Amerika Serikat (AS) nanti malam.
Selain itu, penerbitan SUN valas dalam denominasi USD tenor 10 tahun (ROI25) dan tenor 30 tahun (ROI45) oleh pemerintah yang mendapat respon positif dari perlaku pasar juga mendorong reli rupiah.
"Ini mencerminkan naiknya risk appetite dari pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah Indonesia," kata dia, Jumat (9/1/2015).
Sentimen positif lainnya adalah meningkatnya cadangan devisa Indonesia akhir Desember tahun lalu menjadi USD111,9 miliar atau Rp1.418 triliun (kurs (12.677/US).
Sementara IHSG sore ini masih mampu melaju di zona hijau di tengah variatifnya bursa Asia karena didukung aksi beli. IHSG terkerek 4,84 poin atau 0,09% ke level 5.216,67.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,1 triliun dengan 8,41 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp904,60 miliar. Tercatat 150 saham naik, 125 saham melemah dan 137 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Siang Ini Parkir di Level Rp12.642/USD)
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.647 per USD. Posisi ini positif 27 poin dibanding penutupan Kamis (8/1/2015) di level Rp12.674 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.651 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.619 per USD dan terlemah di level Rp12.671 per USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah juga berada di level Rp12.651 per USD. Posisi ini membaik 75 poin dibanding dengan penutupan kemarin di level Rp12.726 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.642 per USD, dengan kisaran harian Rp12.620-Rp12.664 per USD. Posisi tersebut terapresiasi 31 poin dibanding hari sebelumnya di Rp12.673 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.640 per USD. Posisi ini melesat 91 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp12.731 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, menguatnya rupiah hari ini karena meredanya tekanan USD menjelang rilis data ketenagakerjaan dan pengganguran di Amerika Serikat (AS) nanti malam.
Selain itu, penerbitan SUN valas dalam denominasi USD tenor 10 tahun (ROI25) dan tenor 30 tahun (ROI45) oleh pemerintah yang mendapat respon positif dari perlaku pasar juga mendorong reli rupiah.
"Ini mencerminkan naiknya risk appetite dari pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah Indonesia," kata dia, Jumat (9/1/2015).
Sentimen positif lainnya adalah meningkatnya cadangan devisa Indonesia akhir Desember tahun lalu menjadi USD111,9 miliar atau Rp1.418 triliun (kurs (12.677/US).
Sementara IHSG sore ini masih mampu melaju di zona hijau di tengah variatifnya bursa Asia karena didukung aksi beli. IHSG terkerek 4,84 poin atau 0,09% ke level 5.216,67.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,1 triliun dengan 8,41 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp904,60 miliar. Tercatat 150 saham naik, 125 saham melemah dan 137 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Siang Ini Parkir di Level Rp12.642/USD)
(rna)