IHSG Pekan Depan Diprediksi pada Kisaran 5.150-5.235
Sabtu, 10 Januari 2015 - 18:15 WIB
IHSG Pekan Depan Diprediksi pada Kisaran 5.150-5.235
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan diperkirakan akan berada pada rentang support 5.150-5.175 dan resisten 5.235-5.255.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola hammer di bawah area upper bollinger band (UBB). MACD bergerak mendatar setelah belum mampu membentuk golden cross dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai bergerak menurun.
Laju IHSG sebelumnya sempat berada di area target support 5.155-5.200 dan belum mampu mendekati area target resisten 5.256-5.274. Menurut dia, meski sempat melampaui level 5.200 dan masih adanya sentimen positif dari global, namun laju IHSG mulai berkurang potensi penguatannya.
"Laju IHSG tampaknya memiliki peluang mengalami tekanan di tengah harapan masih akan berlanjutnya penguatan dan lajunya pun kian terbatas dan juga berpeluang dapat berbalik arah melemah jika pelaku pasar mulai melakukan aksi profit taking lebih besar," kata dia, Sabtu (10/1/2015).
Adapun sejumlah data ekonomi yang layak dicermati pada pekan depan, yakni dari dalam negeri adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia dan suku bunga. Dari China, new yuan loans, balance of trade, export, import, FDI, sedangkan dari Australia, yakni home loans, ANZ job advertisement, unemployment rate.
Sementara data dari Korea Selatan, berupa unemployment rate, interest rate decision; dari Jepang, current account, bank lending, machinery orders, foreign bond & stock investment; dari Jerman, wholesale price index; Prancis, data inflation rate, current account; dan Spanyol, yakni inflation rate, balance of trade.
Data dari Inggris, yakni PPI, retail sales, inflation; Italia, yakni inflation rate, industrial production. Sedangkan dari zona Eropa, berupa industrial production, balance of trade.
Adapun data dari Amerika Serikat (AS) adalah NFIB business optimism index, chain store sales, redbook, IBD/TIPP economic optimism, MBA mortgage rate, retail sales, export-import price index, retail sales, business inventories, NY empire state manufacturing index, initial jobless claims, PPI, Philadelphia Fed manufacturing index.
Sementara sejumlah saham yang patut dilirik pada pekan depan, yakni BMTR, AKRA, IMPC, ADES, BJBR, MAPI, MDRN, AALI, TOTL, CTRP, BKSL.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola hammer di bawah area upper bollinger band (UBB). MACD bergerak mendatar setelah belum mampu membentuk golden cross dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai bergerak menurun.
Laju IHSG sebelumnya sempat berada di area target support 5.155-5.200 dan belum mampu mendekati area target resisten 5.256-5.274. Menurut dia, meski sempat melampaui level 5.200 dan masih adanya sentimen positif dari global, namun laju IHSG mulai berkurang potensi penguatannya.
"Laju IHSG tampaknya memiliki peluang mengalami tekanan di tengah harapan masih akan berlanjutnya penguatan dan lajunya pun kian terbatas dan juga berpeluang dapat berbalik arah melemah jika pelaku pasar mulai melakukan aksi profit taking lebih besar," kata dia, Sabtu (10/1/2015).
Adapun sejumlah data ekonomi yang layak dicermati pada pekan depan, yakni dari dalam negeri adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia dan suku bunga. Dari China, new yuan loans, balance of trade, export, import, FDI, sedangkan dari Australia, yakni home loans, ANZ job advertisement, unemployment rate.
Sementara data dari Korea Selatan, berupa unemployment rate, interest rate decision; dari Jepang, current account, bank lending, machinery orders, foreign bond & stock investment; dari Jerman, wholesale price index; Prancis, data inflation rate, current account; dan Spanyol, yakni inflation rate, balance of trade.
Data dari Inggris, yakni PPI, retail sales, inflation; Italia, yakni inflation rate, industrial production. Sedangkan dari zona Eropa, berupa industrial production, balance of trade.
Adapun data dari Amerika Serikat (AS) adalah NFIB business optimism index, chain store sales, redbook, IBD/TIPP economic optimism, MBA mortgage rate, retail sales, export-import price index, retail sales, business inventories, NY empire state manufacturing index, initial jobless claims, PPI, Philadelphia Fed manufacturing index.
Sementara sejumlah saham yang patut dilirik pada pekan depan, yakni BMTR, AKRA, IMPC, ADES, BJBR, MAPI, MDRN, AALI, TOTL, CTRP, BKSL.
(rna)
Lihat Juga :