Rupiah Ditutup Menguat pada Level Rp12.599/USD
Senin, 12 Januari 2015 - 16:27 WIB
Rupiah Ditutup Menguat pada Level Rp12.599/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup menguat di tengah masih memerahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp12.599 per USD. Posisi ini positif 48 poin dibanding penutupan Jumat (9/1/2015) di level Rp12.647 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.581 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.530 per USD dan terlemah di level Rp12.603 per USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah hari ini berada di level Rp12.602 per USD. Posisi ini membaik 49 poin dibanding dengan penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.651 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.600 per USD, dengan kisaran harian Rp12.550-Rp12.605 per USD. Posisi tersebut terapresiasi 42 poin dibanding hari sebelumnya di Rp12.642 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.568 per USD. Posisi ini menguat 72 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp12.640 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, menguatnya laju rupiah hari ini karena tekanan USD mereda seiring rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) bulan Desember 2014.
"Meskipun tumbuh, tetapi masih di bawah bulan sebelumnya," kata dia, Senin (12/1/2015).
Di sisi lain, laju rupiah juga masih didukung cadangan devisa Indonesia yang pada bulan lalu meningkat menjadi USD11,9 miliar.
Sementara IHSG sore ini ditutup mengakhir kenaikan tipis akhir pekan lalu karena aksi ambil untung. IHSG melemah 28,73 poin atau 0,55% ke level 5.187,93.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,59 triliun dengan 6,83 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp183,70 miliar. Tercatat 107 saham naik, 185 saham melemah dan 102 saham stagnan.
(Baca:
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp12.599 per USD. Posisi ini positif 48 poin dibanding penutupan Jumat (9/1/2015) di level Rp12.647 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.581 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.530 per USD dan terlemah di level Rp12.603 per USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah hari ini berada di level Rp12.602 per USD. Posisi ini membaik 49 poin dibanding dengan penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.651 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.600 per USD, dengan kisaran harian Rp12.550-Rp12.605 per USD. Posisi tersebut terapresiasi 42 poin dibanding hari sebelumnya di Rp12.642 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.568 per USD. Posisi ini menguat 72 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp12.640 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, menguatnya laju rupiah hari ini karena tekanan USD mereda seiring rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) bulan Desember 2014.
"Meskipun tumbuh, tetapi masih di bawah bulan sebelumnya," kata dia, Senin (12/1/2015).
Di sisi lain, laju rupiah juga masih didukung cadangan devisa Indonesia yang pada bulan lalu meningkat menjadi USD11,9 miliar.
Sementara IHSG sore ini ditutup mengakhir kenaikan tipis akhir pekan lalu karena aksi ambil untung. IHSG melemah 28,73 poin atau 0,55% ke level 5.187,93.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,59 triliun dengan 6,83 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp183,70 miliar. Tercatat 107 saham naik, 185 saham melemah dan 102 saham stagnan.
(Baca:
(rna)