Tax Ratio Ditingkatkan 13,5% Cuma Pencitraan

Selasa, 13 Januari 2015 - 13:58 WIB
Tax Ratio Ditingkatkan...
Tax Ratio Ditingkatkan 13,5% Cuma Pencitraan
A A A
JAKARTA - Pengamat Perpajakan Universitas Indonesia Gunadi menilai target pemerintah menaikkan tax ratio 2015 menjadi 13,5% hanya pencitraan semata.

Pasalnya, pemerintah menargetkan kenaikan tax ratio tapi sekaligus mengubah definisi tax ratio. “Itu lebih enteng, nampaknya window dressing saja, make up, orang kan perlu pencitraan,” ujar Gunadi pada KORAN SINDO kemarin.

Dia mengatakan, definisi tax ratio yang diubah dari hanya perhitungan pajak dan bea cukai menjadi ditambah dengan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) migas dan umum tidak lazim digunakan untuk menghitung tax ratio. Selain itu, ia menilai tambahan target penerimaan pajak sebesar Rp100 triliun masih ringan.

Jika dihitung dengan target pertumbuhan ekonomi 5,8% dan inflasi 5% sesuai RAPBNP 2015, maka pertumbuhan basis alamiah akan mencapai 11%. Dengan demikian, pertumbuhan pajak juga akan mengikuti. Dia menghitung target penerimaan pajak seharusnya bisa lebih dinaikkan di Rp120 triliun.

Target penerimaan yang terlalu rendah, tidak merangsang pegawai pajak untuk bekerja lebih keras. “Kalau ini (Rp100 triliun) kanmereka kerja seperti kemarin saja itu tercapai. Kalau perhitungan dulu ditambah 6-7%, jadi mestinya tambah Rp150 triliun,” kata dia.

Dia menyarankan, untuk menggenjot penerimaan pajak, perlu terobosan model ekstensifikasi. Misalnya, kewajiban memiliki NPWP yang diperluas, serta penegakan hukum terkait transaksi-transaksi mencurigakan. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro akhir pekan lalu mengatakan, pemerintah akan meningkatkan target penerimaan pajak Rp100 triliun dalam RAPBNP 2015.

“Tax ratio akan kita ubah definisinya, yang lama kan pajak dan bea cukai, sekarang ditambah PNBP dan migas dan umum, itu juga diterapkan negara lain,” kata Bambang.

Ria Martati
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
4 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved