Derita Lain Korban Kebakaran LA: Harta Benda Hangus, Asuransi Tersendat

Senin, 13 Januari 2025 - 11:37 WIB
loading...
Derita Lain Korban Kebakaran...
Para korban kebakaran di California masih harus berjuang untuk memperoleh pertanggungan asuransi yang sesuai dengan polis asuransinya. FOTO/Ilustrasi/Screengrab video USA Today
A A A
JAKARTA - Derita para pemilik rumah di California yang kehilangan segalanya dalam kebakaran dahsyat di kawasan Los Angeles (LA) minggu ini masih jauh dari usai. Mereka masih harus berjuang menghadapi perusahaan asuransi untuk mendapatkan pertanggungan asuransi mereka.

Dengan perkiraan kerusakan ekonomi akibat kebakaran yang mencapai USD52-57 miliar, atau sekira Rp912 triliun (kurs Rp16.000 per USD), para pemilik rumah harus menunggu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk membuktikan bahwa mereka telah kehilangan properti dan harta benda lainnya yang mereka klaim telah hilang akibat kebakaran tersebut. Itu pun jika tidak ada tekanan dari pengatur klaim dan para profesional terkait klaim bencana untuk membuat penyelesaian cepat dengan jumlah pertanggungan yang lebih kecil dari yang seharusnya mereka terima berdasarkan polis asuransi mereka.

Perubahan iklim dan bencana alam yang semakin tidak menentu telah menyebabkan industri asuransi mengalami kekacauan yang signifikan, membuka pintu bagi banyak hal yang disebut Amy Bach dari kelompok konsumen United Policyholders sebagai "kejutan yang menyedihkan".

Baca Juga: Kebakaran Los Angeles Akibatkan Kerugian Rp2.447 Triliun, Termahal dalam Sejarah AS

Dalam bencana baru-baru ini, beberapa kejutan tersebut melibatkan tindakan penghematan yang dilakukan perusahaan asuransi untuk meminimalkan pembayaran klaim. Beberapa melibatkan pengatur klaim lepas atau program komputer yang dirancang untuk memangkas biaya lebih dari sekadar membantu konsumen. Dan beberapa terkait dengan bahasa kontrak asuransi.

"Kita akan melihat beberapa polis asuransi yang aneh di luar sana," prediksi Bach, "beberapa bahasa yang tidak biasa kita lihat," seperti dilansir The Guardian, dikutip Senin (13/1/2025).

Dan itu, imbuh dia, hanya untuk orang-orang yang beruntung. Banyak perusahaan asuransi terkemuka, yang mengutip dampak destabilisasi dari krisis iklim, telah menolak memberikan pertanggungan kepada pemilik properti di daerah yang dianggap berisiko tinggi terhadap kebakaran hutan dan bencana alam lainnya – daerah termasuk Pacific Palisades dan Altadena yang telah menanggung beban kehancuran minggu ini.

Ribuan pemilik rumah yang ditolak pertanggungan normal mungkin harus bergantung pada program asuransi negara darurat yang mahal dan rumit untuk diikuti dan membatasi pembayarannya sebesar USD3 juta per rumah tangga – jauh lebih rendah daripada nilai banyak rumah yang hangus beserta isinya minggu ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng Induk Usaha,...
Gandeng Induk Usaha, BRI Life Perluas Aksesibilitas Produk Asuransi Kesehatan yang Inklusif
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
Manulife Indonesia Cetak...
Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
Jaga Pertumbuhan Bisnis...
Jaga Pertumbuhan Bisnis dan Transformasi, BRI Life Unjuk Gigi di Digital Forum 2026
Hadirkan Perlindungan...
Hadirkan Perlindungan Jiwa yang Fleksibel lewat My Prime Term Protection-Plan Series
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
Rekomendasi
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berita Terkini
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Infografis
6 Pebulu Tangkis Indonesia...
6 Pebulu Tangkis Indonesia Hengkang Bela Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved