Ekspor Malaysia Bakal Bangkit pada Paruh Kedua 2015
Selasa, 13 Januari 2015 - 15:45 WIB
Ekspor Malaysia Bakal Bangkit pada Paruh Kedua 2015
A
A
A
KUALA LUMPUR - Ekspor Malaysia diperkirakan akan bangkit kembali pada paruh kedua tahun ini, meskipun terjadi depresiasi terhadap mata uang ringgit.
Eastspring Investments Global Strategist, Robert Rountree mengatakan, prospek positif didasarkan pada "J curve" tren yang menunjukkan neraca perdagangan suatu negara menyusul devaluasi atau depresiasi mata uang di bawah asumsi satu set tertentu.
Dari sudut pandang asing, dia mengatakan, volume ekspor Malaysia, meskipun bergerak pada kecepatan lebih lambat, berpotensi meningkat dalam tiga sampai enam bulan mulai Juli tahun ini.
"Mungkin bergerak pada kecepatan yang lebih lambat, tetapi bergerak ke arah yang lebih baik," ujar Rountree, dalam sesi tanya jawab setelah presentasi tentang prospek pasar ekuitas untuk Malaysia, dilansir dari Bernama, Selasa (13/1/2015).
Sementara itu, Country Head Chief Executive Investment, Chen Fan Fai mengatakan, meskipun ringgit melemah dan harga minyak mentah lebih rendah mempengaruhi perekonomian Malaysia, investor mempertimbangkan fokus pada sektor konstruksi dan teknologi.
"Akan ada banyak pembangunan, termasuk pembangunan yang sedang berjalan di Kuala Lumpur dan sebagian besar dana berasal dari sektor swasta sehingga tidak akan memperlambat," tandasnya.
Eastspring Investments Global Strategist, Robert Rountree mengatakan, prospek positif didasarkan pada "J curve" tren yang menunjukkan neraca perdagangan suatu negara menyusul devaluasi atau depresiasi mata uang di bawah asumsi satu set tertentu.
Dari sudut pandang asing, dia mengatakan, volume ekspor Malaysia, meskipun bergerak pada kecepatan lebih lambat, berpotensi meningkat dalam tiga sampai enam bulan mulai Juli tahun ini.
"Mungkin bergerak pada kecepatan yang lebih lambat, tetapi bergerak ke arah yang lebih baik," ujar Rountree, dalam sesi tanya jawab setelah presentasi tentang prospek pasar ekuitas untuk Malaysia, dilansir dari Bernama, Selasa (13/1/2015).
Sementara itu, Country Head Chief Executive Investment, Chen Fan Fai mengatakan, meskipun ringgit melemah dan harga minyak mentah lebih rendah mempengaruhi perekonomian Malaysia, investor mempertimbangkan fokus pada sektor konstruksi dan teknologi.
"Akan ada banyak pembangunan, termasuk pembangunan yang sedang berjalan di Kuala Lumpur dan sebagian besar dana berasal dari sektor swasta sehingga tidak akan memperlambat," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :