10 Perusahaan AS Minat Investasi di RI
Rabu, 14 Januari 2015 - 13:23 WIB
10 Perusahaan AS Minat Investasi di RI
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 10 perusahaan asal Amerika Serikat menyatakan minatnya untuk melakukan investasi di sektor maritim di Indonesia. Kesepuluh perusahaan tersebut merupakan entitas bisnis yang dalam satu dekade terakhir menanamkan modalnya di Tanah Air.
“Beberapa di antaranya adalah General Electric, Caterpillar, Cargill, dan Google,” ujar Menteri KoordinatorBidangKemaritiman Indroyono Soesilo seusai menerima Dewan Bisnis Amerika Serikat di Jakarta kemarin. Menurut Indroyono, mereka tertarikmenanamkanmodalnya untuk mengembangkan sektor kemaritiman di Indonesia, baik itu di pelabuhan, galangan kapal, dan juga software.
“Rencananya kita kerja sama dengan software itu dan sistem radar yang dipakai untuk pelabuhan maupun bandara,” ujarnya. Di tempat yang sama Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert Blake mengatakan, investasi dari 10 perusahaan tersebut mencapai lebih dari USD60 miliar. “Itu dasar yang baik sekali untuk kita tindak lanjuti dan saya yakin bisa mendorong investasi yang lebih besar lagi dari Amerika Serikat,” ungkapnya.
Robert menambahkan, Pemerintah Indonesia juga sudah membantu para pengusaha AS yang akan berinvestasi di Indonesia. Bantuan tersebut, kata Robert, terutama peran Pemerintah Indonesia yang memangkas perizinan dan memberikan berbagai kemudahan.
Dia melanjutkan, sudah banyak sekali kerja sama yang dilakukan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Amerika, di antaranya dalam meningkatkan sumber daya kelautan yang ada di Indonesia. “Anda tidak bisa melihat manfaatnya langsung, namun Anda akan melihat dampaknya tiga atau empat tahun ke depan,” kata Robert.
Oktiani endarwati
“Beberapa di antaranya adalah General Electric, Caterpillar, Cargill, dan Google,” ujar Menteri KoordinatorBidangKemaritiman Indroyono Soesilo seusai menerima Dewan Bisnis Amerika Serikat di Jakarta kemarin. Menurut Indroyono, mereka tertarikmenanamkanmodalnya untuk mengembangkan sektor kemaritiman di Indonesia, baik itu di pelabuhan, galangan kapal, dan juga software.
“Rencananya kita kerja sama dengan software itu dan sistem radar yang dipakai untuk pelabuhan maupun bandara,” ujarnya. Di tempat yang sama Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert Blake mengatakan, investasi dari 10 perusahaan tersebut mencapai lebih dari USD60 miliar. “Itu dasar yang baik sekali untuk kita tindak lanjuti dan saya yakin bisa mendorong investasi yang lebih besar lagi dari Amerika Serikat,” ungkapnya.
Robert menambahkan, Pemerintah Indonesia juga sudah membantu para pengusaha AS yang akan berinvestasi di Indonesia. Bantuan tersebut, kata Robert, terutama peran Pemerintah Indonesia yang memangkas perizinan dan memberikan berbagai kemudahan.
Dia melanjutkan, sudah banyak sekali kerja sama yang dilakukan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Amerika, di antaranya dalam meningkatkan sumber daya kelautan yang ada di Indonesia. “Anda tidak bisa melihat manfaatnya langsung, namun Anda akan melihat dampaknya tiga atau empat tahun ke depan,” kata Robert.
Oktiani endarwati
(bbg)