Minyak Global Tergelincir Akibat Spekulasi Harga

Kamis, 15 Januari 2015 - 10:36 WIB
Minyak Global Tergelincir...
Minyak Global Tergelincir Akibat Spekulasi Harga
A A A
MELBOURNE - Minyak mentah global kembali tergelincir setelah naik terbesar sejak Juni 2012 karena produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) memperkuat spekulasi banjir pasokan global akan menyebabkan jatuhnya harga.

Kontrak berjangka (futures) turun 0,8% di New York. Administrasi Informasi Energi melaporkan, produksi minyak AS meningkat menjadi 9,190 juta barel per hari (bph) pekan lalu, laju tercepat dari proyeksi mingguan sejak Januari 1983.

Goldman Sachs Group Inc memperkirakan, harga minyak mentah bisa jatuh di bawah perkiraan enam bulan sebesar USD39 per barel dan kenaikan harga minyak bisa tertahan oleh kecepatan pulihnya produksi minyak AS.

Minyak merosot hampir 50% sepanjang tahun lalu, terbesar sejak krisis keuangan tahun 2008 karena AS mengalami produksi tercepat dalam lebih dari tiga dekade dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menolak memangkas produksi.

Hal tersebut diperburuk Kuwait yang diperkirakan akan mengalami surplus minyak sebanyak 1,8 juta bph. Kemarin, minyak mentah naik setelah indeks kekuatan relatif rebound setelah lebih dari dua pekan di bawah 30, dan investor biasanya melihatnya sebagai sinyal bahwa pasar sudah jenuh jual (oversold).

"Anda cenderung sampai pada tujuan dan pada tren seperti saat ini, Anda hanya melihat sedikit short covering dan profit taking, tapi pasoan masih menjadi tema umum," kata analis utama di CMC Markets di SydneyRic Spooner seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (15/1/2015).

Minyak memimpin kenaikan minggu ini di tengah jatuhnya harga komoditas. Indeks komoditas Bloomberg menunjukkan, sektor pertanian dan produk logam menurun ke level terendah sejak November 2002 pada 13 Januari 2015, menambah kerugian 17% sepanjang tahun lalu.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari turun 40 sen menjadi USD48,08 per barel dan berada di USD48,21 pada pukul 12.57 siang waktu Sydney.

Kontrak naik USD2,59 atau 5,6% ke USD48,48, kemarin. Semua volume berjangka yang diperdagangkan lebih dari tiga kali rata-rata 100-hari.

Minyak Brent di London ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Februari turun 42 sen atau 0,9% ke USD48,27 per barel. Premi minyak Brent terhadap WTI diperdagangkan sebesar 6 sen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
55 menit yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
1 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
1 jam yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
1 jam yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
2 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved