Laba Operasional Huawei Naik 17%

Kamis, 15 Januari 2015 - 11:00 WIB
Laba Operasional Huawei...
Laba Operasional Huawei Naik 17%
A A A
BEIJING - Raksasa teknologi China, Huawei, menyatakan bahwa laba operasional pada 2014 naik sekitar 17% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan perusahaan peralatan telekomunikasi itu didorong oleh penerapan global teknologi mobile generasi keempat (fourth-generation /4G).

“Pendapatannya juga naik sekitar 20% pada periode yang sama,” ungkap Huawei, dikutip kantor berita AFP . Konglomerat China itu berkompetisi dengan Ericsson asal Swedia untuk infrastruktur teknologi. Huawei juga berkompetisi dengan sejumlah raksasa teknologi lainnya untuk mengembangkan teknologi 5G, yang juga berperan di pasar smartphone.

“Bisnis konsumen Huawei mengalami peningkatan pendapatan sekitar 32% dari tahun lalu karena meningkatnya penjualan telepon mobile untuk kalangan menengah dan atas,” ungkap pernyataan Huawei. Pertumbuhan Huawei terjadi meskipun menghadapi berbagai tantangan di beberapa negara utama.

Di Amerika Serikat (AS) Huawei dicurigai memiliki risiko keamanan karena dituding dekat dengan Pemerintah China. Huawei juga dilarang terlibat dalam berbagai proyek broadband di AS dan Australia karena khawatir dengan masalah spionase. Hasil audit laba akhir akan dirilis pada Maret mendatang. Barang-barang asal China ada di mana saja di penjuru dunia.

Meski demikian, hanya sedikit dengan nama brand dan sebagianbesardikaitkandengan barang elektronik murah. Tapi, Huawei berupaya mengubahnya. Huawei mungkin bukan nama yang tidak terkenal di Barat, tapi hal itu pun berubah. Huawei merupakan brand pertama China yang masuk ke jajaran 100 brand global terbaik, menurut Interbrand.

Ini merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar dunia dan salah satu yang paling inovatif. Perusahaan ini membuat jaringan yang digunakan internet dan jaringan telepon mobile. Huawei juga digunakan oleh BR dan Vodafone saat mereka membuat modem USB yang dapat menyediakan akses internet mobile. Huawei juga membuat smartphone. Tidak seperti perusahaan China lainnya, Huawei memiliki kampus seperti Silicon Valley.

Lingkungan terbuka hijau yang didesain untuk mendorong inovasi, kolaborasi, dan Huawei juga menyediakan lapangan basket dan meja pingpong. Seorang engineer muda mengatakan, Huawei merupakan tempat untuk para sarjana China. Dia menjelaskan, semua teman sekelasnya ingin bekerja untuk perusahaan global dan inovatif itu.

Mereka juga menyebut diri mereka sebagai Huawei-ren atau orang Huawei. Mereka adalah versi China untuk Googlers. Meski demikian, ada banyak tantangan bagi perusahaan-perusahaan swasta China. Sementara, baru pada 1980-an pasar barang konsumen berkembang. Ini merupakan pusat rencana ekonomi liberal dan perusahaan privat pun berkembang.

Di sisi lain, perusahaanperusahaan milik negara tetap mendominasi sektor-sektor kunci ekonomi dan mereka mendapat kucuran kredit bank. Huawei didirikan pada 1987 oleh Ren Zhengfei dengan lima investor yang masing-masing menanam 3.500 yuan. Mereka mengimpor peralatan telekomunikasi dari Hong Kong.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
19 menit yang lalu
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
32 menit yang lalu
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
44 menit yang lalu
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
1 jam yang lalu
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved