Alasan BI Rate Harus Dipertahankan Versi Pengamat

Kamis, 15 Januari 2015 - 11:41 WIB
Alasan BI Rate Harus...
Alasan BI Rate Harus Dipertahankan Versi Pengamat
A A A
JAKARTA - Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memperkirakan, suku bunga Bank Indonesia (BI rate) bertahan di level 7,75%.

Menurut dia, beberapa hal yang menjadi alasan dipertahankannya BI rate di level tersebut, yakni selama ini BI rate dinilai tidak cukup ampuh menahan pelemahan laju rupiah terhadap USD. Spekulasi akan membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS) membuat USD diburu oleh para pelaku pasar termasuk para spekulan.

"Dengan meningkatnya permintaan terhadap USD, maka harganya pun meningkat. Di sisi lain, kecenderungan harga minyak yang menunjukkan penurunan juga telah membuat pelaku pasar beralih ke mata uang safe heaven, salah satunya USD," ujar dia, Kamis (15/1/2015).

Kemudian, selam ini laju inflsi juga masih cenderung tinggi karena kurangnya pasokan, terutama dari sisi bahan makanan dan barang-barang konsumsi pokok.‎

"Permasalahan utama inflasi pada bahan makanan dan barang-barang konsumsi pokok adalah pada ketersediaannya (suplai), sehingga seharusnya diatasi dari sisi menambah pasokannya, bukan menambah suku bunga acuan," papar dia.

Kemudian, kenaikan BI rate telah membuat perbankan harus melakukan penyesuaian suku bunga, sehingga lebih tinggi dari sebelumnya. Kenaikan suku bunga perbankan telah membuat pertumbuhan kredit melambat.

Diperkirakan hingga akhir 2014, suku bunga perbankan hanya akan bertumbuh 10,20% dibandingkan akhir 2013 sebesar 21,80%.

"‎Dengan melambatnya tingkat suku bunga kredit membuat konsumsi masyarakat berkurang dan berpengaruh pada penurunan PDB, terbukti hingga kuartal III hanya tumbuh 5,01% (yoy) dan secara full year, kami perkirakan hanya akan tumbuh 5,15%," terangnya.

Menurut Reza, kenaikan BI rate hanya berpengaruh sedikit pada neraca perdagangan yang hingga akhir 2014 diperkirakan masih mencatatkan defisit USD2,2 miliar, meskipun sudah lebih baik dari akhir 2013 seebsar USD4,08 miliar.

Menurut dia, masih melambatnya ekonomi global, terutama China sebagai mitra dagang utama Indonesia membuat nilai ekspor Indonesia mengalami perlambatan, sehingga tidak dapat secara signfikan diatasi dengan kenaikan suku bunga acuan.

"Semoga kali ini Bank Indonesia tidak terlalu reaktif dalam memutuskan level BI rate dan mau berbaik hati untuk dapat mempertahankan level BI rate di level saat ini," harapnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
18 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
35 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved