Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya

Kamis, 04 Juni 2026 - 19:53 WIB
loading...
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik mengatakan, saat ini fundamental pasar masih dalam kondisi baik di tengah tekanan IHSG hingga menyentuh 5.839. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) , Jeffrey Hendrik mengatakan, saat ini fundamental pasar masih dalam kondisi baik di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang terjadi beberapa hari belakangan.Ia mengatakan, berdasarkan hasil laporan keuangan yang telah disampaikan emiten tahun buku 2025, rerata pertumbuhan laba perusahaan tercatat lebih dari 21%.

Sementara laporan keuangan emiten per kuartal I 2026, tercatat 80 persen perusahaan masih membukukan laba bersih. Baca Juga: Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market

"Fundamental pasar kita saat ini dalam kondisi baik. Per akhir tahun 2025, dari seluruh perusahaan tercatat itu membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek, Kamis (4/6/2026).

Lebih lanjut Jeffrey mengatakan, untuk saham-saham di kelompok LQ45 terjadi pertumbuhan laba bersih rerata 29-30 persen di kuartal I 2026, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.



Menurutnya, pada tahun 2026 ini menjadi presentase tertinggi dari sisi jumlah perusahaan tercatat yang membukukan laba bersih dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada tahun 2020 hanya ada 63% perusahaan tercatat yang mencetak laba bersih.

Sementara itu pada periode 2021 hingga 2025, hanya 73-76% dari total perusahaan tercatat yang mencetak laba bersih. Sementara sisanya belum berhasil mencetak keuntungan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Catatkan Prestasi Positif,...
Catatkan Prestasi Positif, PT IIM Raih Enam Penghargaan Bergengsi
Rekomendasi
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Berita Terkini
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Infografis
Meski PPKM Sudah Dicabut,...
Meski PPKM Sudah Dicabut, Sejumlah Peraturan Ini Masih Berlaku
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved