IHSG Diprediksi Bergerak pada Kisaran 5.158-5.247
Jum'at, 16 Januari 2015 - 08:10 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak pada Kisaran 5.158-5.247
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi masih memiliki potensi untuk melanjutkan lajunya di zona hijau pasca Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan BI rate di level 7,75%, kemarin.
"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.158 dan resistance 5.247," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Jumat (16/1/2015).
Potensi kenaikan IHSG akhir pekan ini di tengah tekanan terkoreksinya bursa global. Pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam kembali ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Avg terkoreksi 0,61%, sedangkan indeks S&P500 turun 0,92%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini bergerak negatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) melemah 1,65%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) terkoreksi 1,19%.
Sementara Harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif (mixed). Harga minyak mentah WTI naik 0,11% ke level USD46,30 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,29% ke posisi USD1.261,10 per troi ons.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 7,75%, meskipun tekanan inflasi menurun, karena pemerintah kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak.
BI juga mengarahkan laju inflasi di sasaran 4% plus minus 1% pada 2015 hingga 2016, serta menyasar defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit) tidak melebihi 3% dari produk domestik bruto (PDB).
"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.158 dan resistance 5.247," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Jumat (16/1/2015).
Potensi kenaikan IHSG akhir pekan ini di tengah tekanan terkoreksinya bursa global. Pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam kembali ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Avg terkoreksi 0,61%, sedangkan indeks S&P500 turun 0,92%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini bergerak negatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) melemah 1,65%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) terkoreksi 1,19%.
Sementara Harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif (mixed). Harga minyak mentah WTI naik 0,11% ke level USD46,30 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,29% ke posisi USD1.261,10 per troi ons.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 7,75%, meskipun tekanan inflasi menurun, karena pemerintah kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak.
BI juga mengarahkan laju inflasi di sasaran 4% plus minus 1% pada 2015 hingga 2016, serta menyasar defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit) tidak melebihi 3% dari produk domestik bruto (PDB).
(rna)
Lihat Juga :