Ekonomi Amerika Serikat Tumbuh Moderat

Jum'at, 16 Januari 2015 - 09:51 WIB
Ekonomi Amerika Serikat...
Ekonomi Amerika Serikat Tumbuh Moderat
A A A
WASHINGTON - Ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami pertumbuhan “rendah” atau “moderat” pada 2014 dan harga minyak yang rendah memukul berbagai wilayah penghasil energi.

Pertumbuhan lapangan kerja AS “moderat” dari pertengahan November hingga Desember, tapi tidak disertai peningkatan gaji. Hal itu diungkapkan dalam Buku Putih Bank Sentral AS (Federal Reserve/Fed), kumpulan laporan ekonomi dari 12 distrik bank sentral. “Besarnya tekanan gaji dibatasi oleh pekerja dengan skill teknis tertentu,” papar laporan yang akan digunakan sebagai basis diskusi rapat kebijakan moneter Fed mendatang pada 27- 28 Januari.

Cepatnya penurunan harga minyak mengakibatkan melemahnya pertumbuhan ekonomi di wilayah penghasil minyak sehingga membebani penciptaan lapangan kerja. Sebagian besar distrik Fed melaporkan pertumbuhan ekonomi rendah atau moderat. Adapun, Kansas City District, Midwest, melaporkan sedikit ekspansi, dengan pertumbuhan lebih lambat dalam industri energi.

“Sebagian besar responden melaporkan aktivitas pengeboran yang lebih sedikit dan permintaan untuk jasa lading minyak turun. Rig minyak berkurang dan riggasala mimeningkat. Masa depan aktivitas pengeboran, tenaga kerja, dan pengeluaran modal diproyeksikan lebih rendah untuk merespons turunnya harga minyak,” papar laporan tersebut.

Dallas Fed di Texas mengindikasikan, pertumbuhan sedikit lemah selama periode tersebut dan beberapa pelaku industri menyatakan khawatir dengan dampak harga minyak yang lebih rendah di distrik ekonomi tersebut. Harga minyak yang lebih rendah memicu penurunan perekrutan pegawai, misalnya, di wilayah produsen energi yakni North Dakota dan Montana.

Pertumbuhan minimal untuk gaji pegawai menjadi kekhawatiran utama para pejabat Fed saat mereka berdebat tentang kebijakan pertama menaikkan suku bunga. Tingkat suku bunga ditetapkan mendekati nol sejak Desember 2008 untuk mendorong pemulihan ekonomi dari resesi dalam.

Gaji tetap stagnan meski ada penciptaan lapangan kerja tahunan terbaik sejak 1999 tahun lalu, dengan ekonomi terbesar dunia membuka tiga juta lapangan kerja dan tingkat pengangguran turun menjadi 5,6%, level terendah dalam enam setengah tahun. Beberapa analis menjelaskan, peningkatan jumlah lapangan kerja akan mendorong kenaikan gaji dan beberapa kebijakan Fed.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Fed menekankan peningkatan gaji yang rendah sehingga kenaikan suku bunga harus ditunda. Catatan hasil rapat FOMC menunjukkan kenaikan pertama suku bunga federal akan terjadi pada rapat 28-29 April. Beberapa pengamat Fed memperkirakan, Bank Sentral AS akan mengumumkanpada rapat16-17Juni, yang diikuti oleh konferensi pers oleh Chair Fed Janet Yellen.

Tekanan inflasi tetap terkendali, dibantuolehpenurunanharga minyak. “Harga sedikit naik, di neraca, di sebagian besar distrik selama periode tersebut,” ungkap laporan itu. Sebagian besar pasar perumahan, rumahkeluargatunggal, secara umum flat.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
16 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
53 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved