Pemerintah Harus Antisipasi jika Harga Minyak Dunia Naik
Sabtu, 17 Januari 2015 - 09:35 WIB
Pemerintah Harus Antisipasi jika Harga Minyak Dunia Naik
A
A
A
JAKARTA - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, pada saat kondisi harga minyak dunia turun, pemerintah diuntungkan dengan harga jual BBM yang murah.
Namun, dia mengingatkan, pemerintah perlu melakukan antisipasi seandainya terjadi kenaikan harga minyak dunia yang ekstrem agar jangan sampai memberatkan pelaku industri dan masyarakat.
"Dalam kondisi minyak dunia yang turun pemerintah aman secara politis dan ekonomi, meskipun gejolak minyak dunia mungkin tidak akan naik ekstrem, tapi perlu ada tools tambahan jika ada kenaikan secara ekstrem,” ujar Faisal, Jumat (16/1/2015).
Menurutnya, kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk menurunkan kembali harga BBM ini perlu diperkuat dengan hitung-hitungan pada level berapa harga mengikuti minyak dunia agar bisa diterima masyarakat baik pelaku industri maupun konsumen.
Faisal memperkirakan, tahun ini harga minyak dunia tidak akan naik terlalu ekstrem sehingga subsidi energi sebesar Rp81 triliun tetap cukup. Namun, apabila seandainya ada kenaikan harga minyak yang ekstrem, maka pemerintah tetap perlu memberikan subsidi.
"Subsidi itu bisa berasal dari peningkatan penerimaan negara baik dari pajak maupun nonpajak. Peningkatan pendapatan ini bukan hanya untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak, namun juga untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang semakin ekspansif," tandasnya.
Namun, dia mengingatkan, pemerintah perlu melakukan antisipasi seandainya terjadi kenaikan harga minyak dunia yang ekstrem agar jangan sampai memberatkan pelaku industri dan masyarakat.
"Dalam kondisi minyak dunia yang turun pemerintah aman secara politis dan ekonomi, meskipun gejolak minyak dunia mungkin tidak akan naik ekstrem, tapi perlu ada tools tambahan jika ada kenaikan secara ekstrem,” ujar Faisal, Jumat (16/1/2015).
Menurutnya, kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk menurunkan kembali harga BBM ini perlu diperkuat dengan hitung-hitungan pada level berapa harga mengikuti minyak dunia agar bisa diterima masyarakat baik pelaku industri maupun konsumen.
Faisal memperkirakan, tahun ini harga minyak dunia tidak akan naik terlalu ekstrem sehingga subsidi energi sebesar Rp81 triliun tetap cukup. Namun, apabila seandainya ada kenaikan harga minyak yang ekstrem, maka pemerintah tetap perlu memberikan subsidi.
"Subsidi itu bisa berasal dari peningkatan penerimaan negara baik dari pajak maupun nonpajak. Peningkatan pendapatan ini bukan hanya untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak, namun juga untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang semakin ekspansif," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :