Ekonom Prediksi Inflasi Tahun Ini Lebih Mudah Dikendalikan
Minggu, 18 Januari 2015 - 20:35 WIB
Ekonom Prediksi Inflasi Tahun Ini Lebih Mudah Dikendalikan
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi dengan adanya kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) inflasi tahun ini jauh lebih manageable alias lebih mudah dikendalikan.
"Mungkin memang lebih fluktuatif karena pemerintah akan mengevaluasi kalau harga minyak dunia naik. Konsumen akan terbiasa dengan tahap awal," ujarnya, Minggu (18/1/2015).
Josua mengungkapkan, pada Januari, inflasi masih akan bergerak di bawah 1% karena tarif angkutan belum ada penyesuaian.
Selain itu, karena di awal tahun curah hujan cukup tinggi sehingga harga bahan pangan masih melambung.
"Ini kan di awal tahun curah hujan cukup tinggi makanya harga bahan pangan juga masih cukup tinggi. Sehingga inflasi-nya masih di bawah 1% an," katanya.
Dia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2014 juga diperkirakan berada di bawah 5% mengingat November lalu pemerintah sempat menaikan harga BBM.
"Sedikit banyak itu juga memengaruhi dari sisi konsumsi rumah tangga (RT). Jadi kami perkirakan PE masih bergerak di bawah 5%. Tapi, nanti kita lihat di kuartal I tahun ini karena ada penurunan harga BBM," tandasnya.
"Mungkin memang lebih fluktuatif karena pemerintah akan mengevaluasi kalau harga minyak dunia naik. Konsumen akan terbiasa dengan tahap awal," ujarnya, Minggu (18/1/2015).
Josua mengungkapkan, pada Januari, inflasi masih akan bergerak di bawah 1% karena tarif angkutan belum ada penyesuaian.
Selain itu, karena di awal tahun curah hujan cukup tinggi sehingga harga bahan pangan masih melambung.
"Ini kan di awal tahun curah hujan cukup tinggi makanya harga bahan pangan juga masih cukup tinggi. Sehingga inflasi-nya masih di bawah 1% an," katanya.
Dia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2014 juga diperkirakan berada di bawah 5% mengingat November lalu pemerintah sempat menaikan harga BBM.
"Sedikit banyak itu juga memengaruhi dari sisi konsumsi rumah tangga (RT). Jadi kami perkirakan PE masih bergerak di bawah 5%. Tapi, nanti kita lihat di kuartal I tahun ini karena ada penurunan harga BBM," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :