Kepri Masuk Proyek Pembangunan Listrik 35.000 MW

Selasa, 20 Januari 2015 - 03:20 WIB
Kepri Masuk Proyek Pembangunan...
Kepri Masuk Proyek Pembangunan Listrik 35.000 MW
A A A
BATAM - Pemerintah dan PT PLN (persero) membangun sejumlah proyek pembangkit listrik di Kepulauan Riau (Kepri) dalam program 35.000 MW yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dengan alokasi sekitar 150 MW.

Sekretaris Dinas Pertambangan dan ESDM Pemprov Kepri, M Darwin mengatakan, proyek-proyek tersebut direncanakan dapat diselesaikan dalam waktu lima tahun.

Pemerintah dan PLN juga menyiapkan pembangkit listrik untuk pulau-pulau kecil, pulau-pulau terdepan wilayah terpencil, dan wilayah perbatasan.

"Di Kepri ada beberapa tempat yang masuk dalam program menerangi pulau perbatasan," ujarnya, Senin (19/1/2015).

Adapun proyek tambahan pembangkit listrik yang tercantum dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PLN di Kepri, yakni Natuna, Anambas, Bintan, Tanjungbatu, Tanjungbalai Karimun dan Dabosingkep.

Proyek listrik berkapasitas sekitar 7 megawatt akan dibangun di dua pulau, yakni Natuna dengan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) 2x300 kilowatt dan Anambas PLTD 6 MW.

Sementara empat tempat lain ditandai untuk pengadaan pembangkit melalui independent power producer (IPP). Secara rinci, yakni pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) di Natuna kapasitas 25 MW, PLTMG kapasitas 30 MW di Bintan, PLTMG 15 MW di Tanjungbatu, PLTG/PLTMG 40 MW di Tanjungbalai Karimun, dan PLTMG 15 MW di Dabosingkep.

Sementara Batam, kata Darwin tidak masuk dalam daftar proyek tersebut mengingat saat ini kelistrikan di kota itu relatif handal. "Listrik Batam sudah besar, kecuali pesisirnya," katanya.

Selain daftar proyek tersebut, pemerintah juga menyiapkan pengadaan pembangkit berkapasitas kecil untuk pulau-pulau kecil di Kepri yang tidak tercatat dalam RUPTL.

Darwin belum merinci pembangkit tersebut. Namun, pengadaan dipsatikan akan dilakukan bertahap meski tidak serentak dan sesuai dengan pencanangan presiden.

"Yang di daftar itu belum semua, masih ada lagi yang kecil-kecil. Kami masih menghimpun data," ujarnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
2 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved