IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.124-5.206
Selasa, 20 Januari 2015 - 08:35 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.124-5.206
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diprediksi akan bergerak variatif (mixed) dengan kisaran terbatas.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.124 dan resistance 5.206," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (20/1/2015).
Sementara sentimen dari pasar Asia mendorong kenaikan. Pergerakan indeks utama regional pagi ini juga bergerak positif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) menguat sebesar 1,18%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) naik 0,33%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga mengalami apresiasi. Harga minyak mentah WTI naik 4,82% ke level USD48,69 per barel, dan harga emas Comex menguat 1,18% ke
posisi USD1.277,90 per troi ons.
Dari dalam negeri, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-Kalla) akhirnya menyerahkan rancangan anggaran kerja tahun 2015 ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 pemerintah memangkas subsidi energi hingga Rp194,2 triliun dari APBN 2015.
Dengan dana subsidi itu, pemerintahan yakin pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,8%. Pertumbuhan ekonomi akan digerakan tiga indikator, yaitu konsumsi rumah tangga, investasi pemerintah, serta investasi swasta.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.124 dan resistance 5.206," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (20/1/2015).
Sementara sentimen dari pasar Asia mendorong kenaikan. Pergerakan indeks utama regional pagi ini juga bergerak positif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) menguat sebesar 1,18%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) naik 0,33%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga mengalami apresiasi. Harga minyak mentah WTI naik 4,82% ke level USD48,69 per barel, dan harga emas Comex menguat 1,18% ke
posisi USD1.277,90 per troi ons.
Dari dalam negeri, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-Kalla) akhirnya menyerahkan rancangan anggaran kerja tahun 2015 ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 pemerintah memangkas subsidi energi hingga Rp194,2 triliun dari APBN 2015.
Dengan dana subsidi itu, pemerintahan yakin pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,8%. Pertumbuhan ekonomi akan digerakan tiga indikator, yaitu konsumsi rumah tangga, investasi pemerintah, serta investasi swasta.
(rna)
Lihat Juga :