IHSG Masih Miliki Peluang Menguat
Rabu, 21 Januari 2015 - 08:21 WIB
IHSG Masih Miliki Peluang Menguat
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih memiliki peluang menguat didukung laju bursa saham global yang positif.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola hammer bertahan di atas area lower bollinger band (LBB). MACD masih melanjutkan penurunan, namun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali bertahan dari penurunan.
"Laju penguatan IHSG yang terlihat masih galau untuk bergerak naik memberikan posisi yang cukup rentan jika terjadi pembalikan arah turun. Akan tetapi, kami berharap masih ada peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan dengan asumsi didukung oleh laju bursa saham global yang dapat bergerak di zona hijau," kata dia, Rabu (21/1/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.118-5.145 dan resisten 5.172-5.186. Laju IHSG kemarin hampir mendekati area target resisten 5.168-5.186 dan juga sempat berada di bawah area target support 5.128-5.147.
Kemarin, masih maraknya aksi jual membuat laju IHSG terlihat tertahan meskipun dapat bertahan positif. Penguatan yang terjadi belum terlihat terlalu signifikan seiring masih minimnya sentimen.
Belum lagi asing yang juga masih belum beranjak dari aksi jualnya turut menahan penguatan IHSG. Hingga penutupan kemarin (Selasa, 20/1/2015) asing secara total YTD telah jualan sebanyak Rp1,84 triliun.
Masih adanya perlawanan beli terhadap beberapa saham-saham pertambangan yang memiliki kapitalisasi pasar cukup besar dan masuk dalam top gainer yang juga disertai dengan penguatan saham-saham perdagangan mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijaunya.
Begitupun dengan positifnya laju bursa saham Asia turut mendukung penguatan IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp705,79 miliar menjadi net sell Rp337,63 miliar.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola hammer bertahan di atas area lower bollinger band (LBB). MACD masih melanjutkan penurunan, namun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali bertahan dari penurunan.
"Laju penguatan IHSG yang terlihat masih galau untuk bergerak naik memberikan posisi yang cukup rentan jika terjadi pembalikan arah turun. Akan tetapi, kami berharap masih ada peluang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan dengan asumsi didukung oleh laju bursa saham global yang dapat bergerak di zona hijau," kata dia, Rabu (21/1/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.118-5.145 dan resisten 5.172-5.186. Laju IHSG kemarin hampir mendekati area target resisten 5.168-5.186 dan juga sempat berada di bawah area target support 5.128-5.147.
Kemarin, masih maraknya aksi jual membuat laju IHSG terlihat tertahan meskipun dapat bertahan positif. Penguatan yang terjadi belum terlihat terlalu signifikan seiring masih minimnya sentimen.
Belum lagi asing yang juga masih belum beranjak dari aksi jualnya turut menahan penguatan IHSG. Hingga penutupan kemarin (Selasa, 20/1/2015) asing secara total YTD telah jualan sebanyak Rp1,84 triliun.
Masih adanya perlawanan beli terhadap beberapa saham-saham pertambangan yang memiliki kapitalisasi pasar cukup besar dan masuk dalam top gainer yang juga disertai dengan penguatan saham-saham perdagangan mampu mempertahankan laju IHSG di zona hijaunya.
Begitupun dengan positifnya laju bursa saham Asia turut mendukung penguatan IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp705,79 miliar menjadi net sell Rp337,63 miliar.
(rna)
Lihat Juga :