IHSG Diperkirakan pada Kisaran 5.123-5.206
Rabu, 21 Januari 2015 - 08:38 WIB
IHSG Diperkirakan pada Kisaran 5.123-5.206
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ketiga pekan ini diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan (reli) didukung sentimen positif dari Wall Street.
"IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.123 dan resistance 5.206," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Rabu (21/1/2015).
Adapun pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Avg naik tipis 0,02%, sedangkan indeks S&P500 terapresiasi sebesar 0,15%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini variatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) melemah sebesar 0,43%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) menguat 0,05%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun 4,81% ke level USD46,35 per barel, sedangkan harga emas Comex melemah 0,04% ke posisi USD1.293,70 per troi ons.
Dari dalam negeri, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar 1,9% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada RAPBNP 2015, atau turun dari target APBN 2015 yang sebesar 2,21%. Dengan demikian, total kebutuhan pembiayaan juga turun dari Rp245,9 triliun menjadi Rp225,9 triliun.
Sementara untuk menutup defisit fiskal di RAPBNP 2015, pemerintah berencana menerbitkan samurai bonds, global bonds, sukuk global, dan euro bonds. Pembiayaan dari obligasi valas ini direncanakan
maksimal 20% terhadap total kebutuhan pembiayaan.
"IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.123 dan resistance 5.206," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Rabu (21/1/2015).
Adapun pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Avg naik tipis 0,02%, sedangkan indeks S&P500 terapresiasi sebesar 0,15%.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini variatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) melemah sebesar 0,43%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) menguat 0,05%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun 4,81% ke level USD46,35 per barel, sedangkan harga emas Comex melemah 0,04% ke posisi USD1.293,70 per troi ons.
Dari dalam negeri, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar 1,9% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada RAPBNP 2015, atau turun dari target APBN 2015 yang sebesar 2,21%. Dengan demikian, total kebutuhan pembiayaan juga turun dari Rp245,9 triliun menjadi Rp225,9 triliun.
Sementara untuk menutup defisit fiskal di RAPBNP 2015, pemerintah berencana menerbitkan samurai bonds, global bonds, sukuk global, dan euro bonds. Pembiayaan dari obligasi valas ini direncanakan
maksimal 20% terhadap total kebutuhan pembiayaan.
(rna)
Lihat Juga :