Pemerintah Ajukan Tambahan Anggaran Listrik Rp1,3 Triliun
Rabu, 21 Januari 2015 - 16:45 WIB
Pemerintah Ajukan Tambahan Anggaran Listrik Rp1,3 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,3 triliun ke Komisi VII DPR untuk mengenjot rasio elektrifikasi di wilayah terluar dan perbatasan.
Direktur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, usulan tersebut akan dimasukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.
Dia menyampaikan, alokasi dana untuk sektor kelistrikan dalam APBN 2015 mencapai Rp3,86 triliun. Namun bila usulan tambahan Rp1,3 triliun diterima, maka total alokasi dana mencapai Rp5,3 triliun dalam APBN-P 2015.
"Total jadi sebesar Rp5,3 triliun, dengan tambahan APBN-P Rp1,3 triliun," kata Jarman.
Adapun rincian dari seluruh alokasi dana akan digunakan untuk listrik desa seebsar Rp2,5 triliun, pembangunan transmisi Rp1,7 triliun dan operasi instansi Rp200 miliar.
Sementara tambahan anggaran yang diajukan sebesar Rp1,3 trilun, sedianya akan digunakan untuk melistriki wilayah terluar dan perbatasan. Rinciannya, sebesar Rp1 triliun untuk pembangunan pembangkit dan sisanya Rp300 miliar untuk pembangunan infrastruktur pendukung.
Direktur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, usulan tersebut akan dimasukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.
Dia menyampaikan, alokasi dana untuk sektor kelistrikan dalam APBN 2015 mencapai Rp3,86 triliun. Namun bila usulan tambahan Rp1,3 triliun diterima, maka total alokasi dana mencapai Rp5,3 triliun dalam APBN-P 2015.
"Total jadi sebesar Rp5,3 triliun, dengan tambahan APBN-P Rp1,3 triliun," kata Jarman.
Adapun rincian dari seluruh alokasi dana akan digunakan untuk listrik desa seebsar Rp2,5 triliun, pembangunan transmisi Rp1,7 triliun dan operasi instansi Rp200 miliar.
Sementara tambahan anggaran yang diajukan sebesar Rp1,3 trilun, sedianya akan digunakan untuk melistriki wilayah terluar dan perbatasan. Rinciannya, sebesar Rp1 triliun untuk pembangunan pembangkit dan sisanya Rp300 miliar untuk pembangunan infrastruktur pendukung.
(rna)
Lihat Juga :