Penyebaran IKM Belum Merata

Sabtu, 24 Januari 2015 - 12:32 WIB
Penyebaran IKM Belum...
Penyebaran IKM Belum Merata
A A A
JAKARTA - Penyebaran Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia belum merata. Populasi IKM terbanyak masih berada di Pulau Jawa dengan persentase mencapai 62,17%, sedangkan sisanya di luar Pulau Jawa (37,83%).

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah mengatakan, kegiatan IKM yang kebanyakan di Pulau Jawa karena infrastrukturnya lebih maju. “Oleh karena itu, strategi pendekatan terhadap pembangunan IKM kita bagi dua. Untuk Jawa-Bali, pendekatan dengan peningkatan daya saing. Sementara, di luar Jawa dengan penumbuhan wirausaha baru,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Euis melanjutkan, ada lima elemen yang dilakukan oleh pemerintah yakni terkait kompetensi sumber daya manusia (SDM), teknologi, standar, kekayaan intelektual dan promosi untuk peningkatan daya saing IKM di Pulau Jawa. “Orang yang mengolah harus kompeten, menguasai teknologi, maka kita berikan pelatihan,” katanya.

Soal teknologi, ujar Euis, cara pengembangannya dilakukan dengan memberikan bantuan mesin pengolahan kepada kelompok usaha, koperasi, maupun kepada asosiasi. Selain itu, ada juga berupa bantuan subsidi pembelian mesin kepada individual IKM. “Ini yang paling dibutuhkan oleh IKM,” jelas Euis.

Dia menambahkan, Kementerian Perindustrian telah memberikan fasilitas berupa restrukturisasi mesin. IKM akan mendapatkan potongan harga hingga 35% dari nilai pembelian mesin, sementara khusus pembelian mesin buatan dalam negeri sebesar 45%. Sedangkan bagi industri menengah, besaran potongan harganya hanya 25% dari nilai pembelian mesin dan khusus pembelian mesin buatan dalam negeri sebesar 35%.

“Yang tak kalah penting adalah soal standar. Inilah yang diharapkan akan memberikan kekuatan daya saing menghadapi MEA. Ketika ada produk asing masuk, harus memiliki standar. IKM kita juga harus mengikuti standar apalagi yang wajib ini helm, pakaian bayi, mainan anak,” ungkapnya. “Standar ini diharapkan bisa memberikan kekuatan kepada individual IKM atau tenaga, atau ahli siapa pun yang bergerak di IKM berupa SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).

Diharapkan, SKKNI akan menjadi suatu alat untuk menjaga supaya kita tidak kebanjiran tenaga ahli dari luar,” lanjutnya. Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Busharmaidi mengatakan, pemerintah menargetkan dalam lima tahun ke depan harus mampu menumbuhkan populasi industri. Paling tidak ada sekitar 9.000 unit usaha industri berskala menengah dan besar di mana 50% tumbuh di luar Pulau Jawa.

Oktiani endarwati
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
30 menit yang lalu
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
1 jam yang lalu
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
2 jam yang lalu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
3 jam yang lalu
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
12 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
14 jam yang lalu
Infografis
Ojol Dipastikan Dapat...
Ojol Dipastikan Dapat Subsidi BBM, Taksi Online Belum Jelas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved