DPR Bisa Panggil Kementerian Terkait

Jum'at, 30 Januari 2015 - 11:22 WIB
DPR Bisa Panggil Kementerian...
DPR Bisa Panggil Kementerian Terkait
A A A
JAKARTA - Kalangan DPR menilai ada ketidaksesuaian pandangan anta-instansi pemerintah dalam menyikapi rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan menyusul adanya pernyataan dari Kementerian Perhubungan soal bakal terus dilanjutkannya pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Sementara, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) justru menyatakan akan mengkaji ulang rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya.

Anggota Komisi V DPR Eldie Suwandie mengatakan, sikap Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang bertolak belakang dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Adrinof Chaniago bisa dipertanyakan oleh anggota dewan. Nantinya, kata dia, tidak hanya persoalan sisi teknis soal Pelabuhan Cilamaya yang harus dijelaskan.

Namun juga persoalan lain, seperti analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) dan lokasi pelabuhan yang berdekatan dengan pipapipa penyalur minyak dan gas milik Pertamina. “Jika wilayah Cilamaya dipaksakan dibangun pelabuhan, tidak cuma berbahaya, namun bisa mengganggu produksi dan suplai migas nasional. Akan saya tanyakan semua kepada Menteri Perhubungan,” kata Eldie dalam keterangan persnya di Jakarta kemarin.

Sementara Kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Komisi V bisa menggali mengapa rencana tersebut harus dikaji ulang. Termasuk di antaranya faktor-faktor apa saja yang menjadi alasan, mengapa rencana pembangunan dianggap tidak layak. “Jika alasan Menteri PPN/Kepala Bappenas yang bisa diterima dan lebih akurat, maka kami akan minta pemerintah untuk membatalkan proyek tersebut.

Jangan menghambur-hamburkan anggaran untuk proyek yang mubazir,” lanjut Eldie. Menurut dia, Menteri Perhubungan juga harus menjelaskan, mengapa tidak melanjutkan saja pembangunan Pelabuhan Bojanegara di Banten. Apalagi, saat ini pembangunan tersebut mengalami kemacetan meski anggaran sudah turun tahun sebelumnya.

“Rencana pembangunan Cilamaya, karena Tanjung Priok yang sudah penuh. Mengapa tidak di Bojanegara saja yang relatif tidak bermasalah,” kata Eldie. Sementara, penolakan terhadaprencanapembangunanPelabuhan Cilamaya juga disuarakan aktivis Urban Poor Consortium (UPC) Wardah Hafidz.

Menurut Wardah, Menteri Perhubungan tidak bisa memaksakan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Dasarnya jelas, karena amdal yang dinilai bermasalah. Seharusnya, pemerintah memberi contoh yang baik mengenai prosedur proyek yang benar. “Kalau tidak ada amdal, ya tidak bisa,” katanya.

Di sisi lain, Wardah menyoroti dampak bagi nelayan. Dengan adanya pelabuhan, jelas kondisi sosial ekonomi masyarakat akan semakin memprihatinkan. Jika mereka dahulu berprofesi sebagai pencari ikan, maka akan terdegradasi menjadi kuli pelabuhan.

Yanto kusdiantono
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
10 menit yang lalu
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
8 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
9 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
9 jam yang lalu
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
10 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved