Gapki Optimistis Harga CPO Akan Naik Tahun Ini
Jum'at, 30 Januari 2015 - 11:44 WIB
Gapki Optimistis Harga CPO Akan Naik Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) tetap optimistis harga crude palm oil (CPO) akan terkerek pada kuartal II/2015.
Seperti diketahui, selama empat bulan terakhir harga CPO terus mengalami penurunan. Bahkan sepanjang 2014, harga rata-rata CPO hanya mampu bertengger di USD818,2 per metrik ton, atau turun 2,8% dibanding 2013 yang mencapai USD841,71 per metrik ton.
"Pada 2015 masih ada harapan walaupun awal tahun harga melemah. Kita melihat ramalan ahli, kiranya kuartal II/2014 akan lebih bagus. Masih ada harapan bahwa kita akan tetap bisa perform lebih baik tahun ini," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gapki Joko Supriyono di kantor Gapki, Jakarta, Jumat (30/1/2015).
Dia mengatakan, industri masih memiliki peluang dari domestik, dengan dijadikannya isu energi menjadi prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi), selain pangan, infrastruktur, dan maritim.
"Mustinya biodiesel harus bisa menjadi fokus Jokowi. Jadi kita masih punya harapan di situ," imbuhnya.
Pihaknya juga bisa mengambil peran dari rencana pemerintah untuk menggenjot ekspor hingga 300% sampai 2019.
Joko berharap, rencana tersebut tidak hanya sekadar pernyataan politik semata.
"Supaya kita bisa mengambil peran, karena defisit Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) sampai November masih USD1,6 miliar. Jadi saya yakin sampai akhir tahun masih defisit. Kalau kita bisa berkontribusi USD20 miliar, itu cukup something untuk mengurangi defisit," jelas dia.
Seperti diketahui, selama empat bulan terakhir harga CPO terus mengalami penurunan. Bahkan sepanjang 2014, harga rata-rata CPO hanya mampu bertengger di USD818,2 per metrik ton, atau turun 2,8% dibanding 2013 yang mencapai USD841,71 per metrik ton.
"Pada 2015 masih ada harapan walaupun awal tahun harga melemah. Kita melihat ramalan ahli, kiranya kuartal II/2014 akan lebih bagus. Masih ada harapan bahwa kita akan tetap bisa perform lebih baik tahun ini," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gapki Joko Supriyono di kantor Gapki, Jakarta, Jumat (30/1/2015).
Dia mengatakan, industri masih memiliki peluang dari domestik, dengan dijadikannya isu energi menjadi prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi), selain pangan, infrastruktur, dan maritim.
"Mustinya biodiesel harus bisa menjadi fokus Jokowi. Jadi kita masih punya harapan di situ," imbuhnya.
Pihaknya juga bisa mengambil peran dari rencana pemerintah untuk menggenjot ekspor hingga 300% sampai 2019.
Joko berharap, rencana tersebut tidak hanya sekadar pernyataan politik semata.
"Supaya kita bisa mengambil peran, karena defisit Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) sampai November masih USD1,6 miliar. Jadi saya yakin sampai akhir tahun masih defisit. Kalau kita bisa berkontribusi USD20 miliar, itu cukup something untuk mengurangi defisit," jelas dia.
(izz)
Lihat Juga :