BI: Perbaikan Neraca Dagang Akan Berlanjut

Senin, 02 Februari 2015 - 19:09 WIB
BI: Perbaikan Neraca...
BI: Perbaikan Neraca Dagang Akan Berlanjut
A A A
JAKARTA - Kinerja neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2014 membaik. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD0,19 miliar setelah pada bulan sebelumnya defisit USD0,42 miliar.

Direktur‎ Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Peter Jacobs mengatakan, perbaikan kinerja tersebut terutama disebabkan kenaikan surplus nonmigas, di tengah defisit migas yang juga menyempit.

Atas perkembangan tersebut, kinerja neraca perdagangan keseluruhan 2014 mencatat perbaikan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Surplus neraca perdagangan nonmigas Desember 2014 tercatat sebesar USD1,22 miliar, lebih tinggi dibandingkan surplus bulan sebelumnya sebesar USD0,94 miliar, akibat kenaikan ekspor nonmigas sebesar 6,6% (mtm) atau menjadi USD12,27 miliar.

"Kenaikan ekspor nonmigas terutama didominasi ekspor produk manufaktur seperti perhiasan/permata, mesin/peralatan listrik, kendaraan dan bagiannya, serta mesin-mesin/pesawat mekanik," katanya, Senin (2/2/2015).

Sementara, ekspor berbasis sumber daya alam yang meningkat adalah karet dan barang dari karet. Surplus neraca perdagangan nonmigas Desember 2014 tertahan kenaikan impor nonmigas, terutama naiknya impor besi dan baja, serealia, kapas, serta barang dari besi dan baja.

Perbaikan kinerja neraca perdagangan Desember 2014 juga didukung oleh perbaikan neraca migas. Ekspor migas tumbuh 11,7% (mtm) atau menjadi sebesar USD2,35 miliar, didukung kenaikan ekspor minyak mentah, hasil minyak, dan gas.

Di sisi lain, impor migas turun 2,4% (mtm) atau menjadi sebesar USD3,39 miliar, yang disebabkan turunnya impor gas dan hasil minyak.

Dia menilai, perkembangan neraca perdagangan sampai Desember 2014 akan berdampak positif terhadap kinerja transaksi berjalan triwulan IV/2014 dan keseluruhan 2014.

"BI memperkirakan perbaikan kinerja neraca perdagangan ke depan akan didukung peningkatan aktivitas ekspor seiring perbaikan ekonomi global dan tren penurunan harga minyak dunia yang dapat mendorong berkurangnya tekanan pada defisit neraca migas," jelas Peter.

Menurutnya, BI akan terus mencermati risiko global dan domestik yang dapat memengaruhi prospek defisit transaksi berjalan dan ketahanan eksternal.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Neraca Perdagangan Surplus,...
Neraca Perdagangan Surplus, Pemerintah Respon Positif
Berita Terkini
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
7 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
44 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved