One Asia Gelontorkan Dana Rp150 Miliar

Selasa, 03 Februari 2015 - 13:35 WIB
One Asia Gelontorkan...
One Asia Gelontorkan Dana Rp150 Miliar
A A A
GORONTALO - Perusahaan asal Australia, One Asia Resources Ltd, bekerja sama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marissa mengembangkan tambang emas di Gunung Pani, Pahuwato, Gorontalo.

Eksternal Relation Manager One Asia Reaources Soetan Sejati mengatakan sejak 2009 hingga 2014 telah menggelontorkan dana sebesar Rp150 miliar untuk tahap eksplorasi. Rencananya tahun ini pihaknya telah masuk ke tahap konstruksi tambang. “Terdapat 45 titik eksplorasi sampai 2014, rencananya tahun ini kita akan melaksanakan tahap konstruksi. Total dana investasi hingga produksi yang dibutuhkan sekitar Rp1,8 triliun,” ungkap dia di Pohuwato, Gorontalo, kemarin.

Menurut Soetan, aktivitas penambangan di Gunung Pani telah mendapatkan izin usaha pertambangan (IUP). Izin telah dikeluarkan di bawah pemerintah daerah. “Kami sudah mengantongi izin karena dalam suatu daerah maka IUP di bawah bupati,” katanya. Sebagai informasi, pembagian hasil dilakukan sesuai aturan pemerintah antara One Asia dan KUD Dharma Tani Marissa.

Adapun untuk One Asia sebesar 49% dan 51% untuk KUD Dharma Tani Marissa. Perusahaan tambang asal Australia ini telah mempekerjakan 120 karyawan untuk menyelesaikan tahap eksplorasinya. Sementara tahap konstruksi hingga produksi membutuhkan 350 orang pekerja.

“Prioritas dari lokal sekitar 75%, nasional 20%, dan tenaga asing 5%,” kata dia. Hingga tahap produksi, lanjutnya, paling tidak akan menambah lebih banyak karyawan. Soetan mengatakan, penyerapan tenaga lokal provinsi dan kabupaten 525 orang, sementara 140 di luar provinsi dan 5% dari asing.

“Kerja sama pasti mengutamakan putra daerah. Utamanya bagi yang sudah punya tambang,” paparnya. Selain di Gunung Pani, lanjut Soetan, One Asia juga telah mengembangkan tambang emas di Luwuk. Tambang awak emas juga akan konstruksi tahun ini.

“Kalau di Luwuk ini full kontrak karya. Tahun ini rencananya kita konstruksi,” ungkapnya. Dia mengatakan, cadangan emas di Awak Emas mencapai 2,5 juta ounce emas. Adapun luas area tambang awak emas 14.390 hektare. “Awak emas juga akan bangun peleburan bijih emas bullion sendiri. Tapi, untuk refinery tetap di PT Antam Tbk,” katanya.

Soetan menambahkan, sesuai aturan pertambangan, pihaknya juga telah menandatangani kesepakatan adendum kontrak karya (KK) terkait enam isu renegosiasi. Salah satunya terkait komitmennya akan membangun fasilitas pengolahan sesuai potensi tambang yang dikelolanya.

Enam isu strategis yang dibahas dalam renegosiasi KK pertambangan di antaranya luas wilayah kerja, perpanjangan kontrak, penerimaan negara atau royalti, kewajiban pengolahan dan pemurnian, kewajiban divestasi, serta kewajiban penggunaan barang dan jasa pertambangan dalam negeri.

Nanang wijayanto
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
Jadwal One Way, Contra...
Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved