Bank Mandiri Target Aset Tahun Ini Rp1.000 Triliun
Selasa, 03 Februari 2015 - 15:23 WIB
Bank Mandiri Target Aset Tahun Ini Rp1.000 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menegaskan bahwa Bank Mandiri menargetkan pencapaian aset sebesar Rp1.000 triliun pada akhir 2015. Sementara aset perusahaan pada tahun lalu sebelum diadit sebesar Rp855 triliun.
Menurut Rohan, dengan aset tersebut akan menjadikan Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia dan siap membawa Indonesia ke ranah regional sebagai Qualified ASEAN Bank (QAB).
“Kami akan terus memperkuat fondasi untuk menjadi bank asli Indonesia yang mampu bersaing dengan bank-bank lain yang lebih besar di ASEAN," ungkap dia, Selasa (3/2/2015).
Bank Mandiri juga menargetkan memiliki ratusan cabang di pasar ASEAN untuk mengimbangi bank asing, yang saat ini telah memiliki sekitar 8.000 cabang di Indonesia. Sementara Bank Mandiri saat ini baru memiliki satu cabang di ASEAN.
"Itupun tambahan cabangnya sudah lima tahun belum disetujui regulator setempat," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, menurut dia, kesempatan untuk menjadi QAB harus segera diambil. Apalagi pemerintah sudah bersedia menambah modal Bank Mandiri hingga genap menjadi Rp100 triliun.
Selain itu, banyak pihak mendukung Bank Mandiri menjadi QAB agar bisa bersaing dengan bank-bank ASEAN lainnya.
Sebagai informasi, dengan aset terbesar di Indonesia, yaitu Rp855 triliun, Bank Mandiri baru menduduki peringkat ke-9 di antara bank-bank negara ASEAN lainnya.
Dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), bila bank sudah berstatus QAB, maka bank tersebut mendapatkan akses penuh untuk membuka jaringan di negara ASEAN manapun tanpa memerlukan persetujuan otoritas setempat.
Saat ini, lanjut Rohan, dengan jumlah aset yang besar dan modal mencapai lebih dari Rp90 triliun, kebutuhan dana untuk penambahan modal agar dapat menjadi bank ASEAN lebih rendah.
Selain untuk bersaing di regional ASEAN, Indonesia perlu memiliki bank besar dengan modal yang kuat, mengingat 41% dari luas wilayah ASEAN adalah Indonesia.
"Dari sisi populasi, 39% dari seluruh populasi ASEAN berada di Indonesia dengan porsi GDP terbesar di antara negara ASEAN (39% dari total GDP ASEAN)," tukas dia.
Menurut Rohan, dengan aset tersebut akan menjadikan Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia dan siap membawa Indonesia ke ranah regional sebagai Qualified ASEAN Bank (QAB).
“Kami akan terus memperkuat fondasi untuk menjadi bank asli Indonesia yang mampu bersaing dengan bank-bank lain yang lebih besar di ASEAN," ungkap dia, Selasa (3/2/2015).
Bank Mandiri juga menargetkan memiliki ratusan cabang di pasar ASEAN untuk mengimbangi bank asing, yang saat ini telah memiliki sekitar 8.000 cabang di Indonesia. Sementara Bank Mandiri saat ini baru memiliki satu cabang di ASEAN.
"Itupun tambahan cabangnya sudah lima tahun belum disetujui regulator setempat," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, menurut dia, kesempatan untuk menjadi QAB harus segera diambil. Apalagi pemerintah sudah bersedia menambah modal Bank Mandiri hingga genap menjadi Rp100 triliun.
Selain itu, banyak pihak mendukung Bank Mandiri menjadi QAB agar bisa bersaing dengan bank-bank ASEAN lainnya.
Sebagai informasi, dengan aset terbesar di Indonesia, yaitu Rp855 triliun, Bank Mandiri baru menduduki peringkat ke-9 di antara bank-bank negara ASEAN lainnya.
Dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), bila bank sudah berstatus QAB, maka bank tersebut mendapatkan akses penuh untuk membuka jaringan di negara ASEAN manapun tanpa memerlukan persetujuan otoritas setempat.
Saat ini, lanjut Rohan, dengan jumlah aset yang besar dan modal mencapai lebih dari Rp90 triliun, kebutuhan dana untuk penambahan modal agar dapat menjadi bank ASEAN lebih rendah.
Selain untuk bersaing di regional ASEAN, Indonesia perlu memiliki bank besar dengan modal yang kuat, mengingat 41% dari luas wilayah ASEAN adalah Indonesia.
"Dari sisi populasi, 39% dari seluruh populasi ASEAN berada di Indonesia dengan porsi GDP terbesar di antara negara ASEAN (39% dari total GDP ASEAN)," tukas dia.
(rna)
Lihat Juga :