Hunian Berwawasan Lingkungan

Rabu, 04 Februari 2015 - 14:01 WIB
Hunian Berwawasan Lingkungan
Hunian Berwawasan Lingkungan
A A A
Hunian berwawasan lingkungan (green property) banyak diburu pembeli rumah saat ini. Maklum kesadaran masyarakat semakin tinggi terkait dengan kualitas lingkungan dan dampak yang diakibatkan.

Ada yang menarik untuk disimak ketika para pengembang properti berbagi informasi untuk menawarkan konsep atau gimmick memikat kepada konsumen tentang lingkungan. Ide atau konsep itu sejatinya berangkat dari kritisnya konsumen akan kesadaran kualitas lingkungan.”Jika, dahulu popularitas arsitektur bangunan yang mengadopsi gaya ramah lingkungan membanjiri pasar, belakangan ini mulai ditingalkan.

Para pengembang ternyata mulai peka menawarkan konsep yang berkaitan dengan lingkungan,” ujar arsitek Wijoyo Hendromartono. Hanya saja, konsep lingkungan ini terkadang sumir ketika orisinilitas lahan menjadi imitasi dengan dalih menyatu dengan alam. itu sebabnya, para pengembang tak mau dituding sebagai ‘biang kerok’ perusak lingkungan dengan pertimbangan bahwa proyek hunian harus dibangun di atas lahan yang diperuntukkan bagi kawasan hunian dan bukan di daerah resapan air.

“Pembangunan rumah dan pengembangannya saat ini telah bergeser kearah tren berkelanjutan atau sustainable, hal ini disadari seiring dengan bertambahnya penduduk yang berarti bertambahnya kebutuhan akan perumahan,” kata arsitek lulusan Universitas Parahyangan ini. Hal senada pun juga diungkapkan Iwan Ismaun, seorang Dosen Arsitektur Lansekap Universitas Trisakti Jakarta.

Menurut Iwan, komposisi ruang terbangun dan ruang tidak terbangun disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di setiap kawasan. Untuk kawasan hunian, koefisien dasar bangunan (KDB) idealnya maksimal 70 persen sehingga menyediakan koefisien dasar hijau mencapai 30 persen. “Karena, lingkungan alami secara tidak langsung dapat menjalankan fungsi-fungsi ekologis, sekaligus fungsi sosial budaya dan estetika,”tambah Iwan.

Lalu, dimana saja tempatnya? Biasanya, kawasan hunian berkonsep lingkungan terdapat di kawasan tepi Jakarta. Sebut saja mulai dari kawasan Serpong Tanggerang, Bogor, Depok hingga Bekasi. Tapi, tidak menutup kemungkinan jika Jakarta juga menawarkan hal yang sama. Seperti halnya Green Bay Pluit di Jakarta yang dikembangkan oleh Agung Podomoro Land, semakin melengkapi properti yang eksis dengan konsep alaminya. Karenanya, kawasan yang dikembangkan di lahan seluas 12,5 hektar ini nantinya akan memiliki kawasan hijau seluas 60 persen dari total luas area, dan didalamnya terdapat botanical park, green forest dan relaxing area seluas 3 heaktar.

“Jadi, sebelum Green Bay Pluit didevelop Agung Podomoro land sudah memiliki komitmen mengusung konsep green dalam setiap proyek propertinya,” kata Fransiskus Afong, General Manager Green Bay Pluit. Perumahan bernuansa alam lainnya juga terdapat di Cibubur. Salah satu hunian yang menerapkan konsep hunian hijau bernuansa lami adalah Metland Cilengsi. Properti yang dikembangkan oleh PT Metropolitan Land Tbk ini terletak di jalur strategis yakni berada di Cibubur. Bicara mengenai desain sebuah rumah tinggal dewasa ini, sebaiknya mengacu kepada konsep ramah lingkungan.

Satu hal yang patut disadari bahwa pembangunan sebuah rumah tinggal menghasilkan karbondioksida terbesar, yang dampaknya terlihat langsung pada kasus global warming serta climate exchange. Pemakaian energi pada sebuah proyek pembangunan pun dinilai terlampau besar, sementara ketersediaan bahan bakar minyak maupun listrik sedang dalam kondisi penghematan.

Oleh karena itu menjadi sebuah keharusan untuk mendesain sebuah bangunan berkonsep ramah lingkungan. Konsep green building atau bangunan ramah lingkungan menjadi tren dunia bagi pengembangan properti saat ini. Melalui konsep rumah tinggal ramah lingkungan diharapkan mampu memberi kontribusi secara langsung dalam menahan laju pemanasan global.

Tidak hanya sampai disitu, penghematan air dan energi serta penggunaan energi terbarukan menjadi poin utama yang terus dibahas dalam sebuah konsep rumah ramah lingkungan, sehingga masalah kelestarian lingkungan hijau mampu terselesaikan dengan baik. Bangunan yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan ternyata lebih memiliki nilai jual yang tinggi. Hal ini semakin membuktikan akan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup.

Karenanya edukasi mengenai tersedianya rumah tinggal yang ramah lingkungan dirasa semakin penting dilakukan demi tujuan mengurangi risiko global warming serta climate exchange. Dalam mendirikan sebuah bangunan banyak hal yang mesti diperhatikan, diantaranya adalah aspek-aspek bahan material, ketersediaan ruangan hijau, hingga instalasi air dan listrik yang optimal namun tetap efisien.

Aprilia s andyna
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Pengusaha Properti...
5 Pengusaha Properti Dunia Terkaya
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Properti Pulih Lebih...
Properti Pulih Lebih Cepat, Daya Beli Bangkit Lebih Kuat
Diskusi Bedah Potensi...
Diskusi Bedah Potensi Properti di tahun 2022
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
38 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
5 Dampak Full Moon terhadap...
5 Dampak Full Moon terhadap Lingkungan dan Makhluk Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved