Alasan Jonan Luncurkan Izin Terbang Online
Senin, 09 Februari 2015 - 13:37 WIB
Alasan Jonan Luncurkan Izin Terbang Online
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengatakan, alasan memodernisasi proses perizinan terbang secara online, karena termasuk no fail industry. Perhubungan udara dari sisi administrasi dan pelayananannya hampir tidak ada cacat.
"Jadi, mestinya standar izin dan administrasinya juga harus paling bagus ke depannya. Ini kalau saya ngomong ke depan itu seminggu ya, bukan 10 tahun, kami akan mewajibkan semua izin terbang itu harus ada AOC (Air Operator Certificate)," ujarnya di Kemenhub, Jakarta, Senin (9/1/2015).
Menurutnya, meski sudah ada AOC. Namun, suka tidak suka AOC harus memenuhi persyaratan sesuai Undang-Undang, kecuali jika UU berubah.
"Kemudian persyaratan kecukupan modal dan kewajiban memasukkan laporan keuangan akan dibuat, diterbitkan. Itu harus dipenuhi dan transparan. Jadi AOC-nya harus benar dulu," terang Jonan.
Dia tidak ingin industri perhubungan udara seperti industri Metro Mini yang ada di Jakarta. "Saya enggak mau industri ini jadi industri Metro Mini. Industri Metro Mini di Jakarta, 2-3 Metro Mini jalan. Akhirnya enggak jalan lama-lama. Sudah pelayanannya jelek, sistemnya enggak terpelihara dengan baik, kacau itu," pungkasnya.
(Baca: Sistem Pengurusan Izin Terbang Online Diluncurkan)
"Jadi, mestinya standar izin dan administrasinya juga harus paling bagus ke depannya. Ini kalau saya ngomong ke depan itu seminggu ya, bukan 10 tahun, kami akan mewajibkan semua izin terbang itu harus ada AOC (Air Operator Certificate)," ujarnya di Kemenhub, Jakarta, Senin (9/1/2015).
Menurutnya, meski sudah ada AOC. Namun, suka tidak suka AOC harus memenuhi persyaratan sesuai Undang-Undang, kecuali jika UU berubah.
"Kemudian persyaratan kecukupan modal dan kewajiban memasukkan laporan keuangan akan dibuat, diterbitkan. Itu harus dipenuhi dan transparan. Jadi AOC-nya harus benar dulu," terang Jonan.
Dia tidak ingin industri perhubungan udara seperti industri Metro Mini yang ada di Jakarta. "Saya enggak mau industri ini jadi industri Metro Mini. Industri Metro Mini di Jakarta, 2-3 Metro Mini jalan. Akhirnya enggak jalan lama-lama. Sudah pelayanannya jelek, sistemnya enggak terpelihara dengan baik, kacau itu," pungkasnya.
(Baca: Sistem Pengurusan Izin Terbang Online Diluncurkan)
(izz)
Lihat Juga :