Birokrasi Berbelit di Pelabuhan Tuntas Dua Bulan

Selasa, 10 Februari 2015 - 12:43 WIB
Birokrasi Berbelit di...
Birokrasi Berbelit di Pelabuhan Tuntas Dua Bulan
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian berjanji akan segera menyelesaikan proses birokrasi berbelit yang selama ini menyebabkan inefisiensi kegiatan di pelabuhan dan akhirnya menciptakan biaya logistik yang tinggi. Inefisiensi dari birokrasi tersebut akan dituntaskan dalam dua bulan.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan, birokrasi tersebut termasuk mengatasi masalah kepabeanan yang perlu ditingkatkan kecepatannya, serta waktu tunggu kapal (dwelling time) yang juga perlu dipangkas.

"Bagaimana misalnya masalah bea cukai ini yang perlu ditingkatkan kecepatannya, dwelling time ditingkatkan. Itu persoalan yang klasik sekali, yang sejak dari dulu sudah dibahas dan sampai sekarang masih dibahas lagi. Itu intinya," tutur Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Menurutnya, tingginya ongkos logistik di pelabuhan saat ini karena tidak adanya kepastian dalam proses tersebut. Pasalnya, yang dibutuhkan importir hanyalah kepastian dan ketepatan waktu.

"Kalau orang mengimpor yang paling penting just in time, jadi kalau pabrik mau bangun sesuatu just in time. Jadi tidak perlu inventori. Tapi di Indonesia karena tidak pasti karena lamanya di pelabuhan, biaya transportasi dan lain-lain, sehingga orang tidak bisa memprediksi," jelas dia.

Ketidakpastian tersebut, sambung Sofyan, menyebabkan importir harus melakukan inventori yang lebih lama. Hal tersebut tentu menyebabkan ongkos logistik menjadi lebih mahal.

"Jadi misalnya inventori itu di Indonesia sampai 30 bahkan 40 hari. Kalau di Malaysia atau Singapura cukup dengan 1 sampai 2 minggu. Hal-hal seperti ini harus diperbaiki," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Diresmikan, Operasional...
Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya
Kuasa Politik di Balik...
Kuasa Politik di Balik Proyek Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Internasional...
Pelabuhan Internasional Patimban Dijadwalkan Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
SPSL Perkuat Standar...
SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
19 menit yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
49 menit yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
1 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
2 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved