Susi Imbau Mendag Bebaskan Bea Masuk Nilon

Jum'at, 13 Februari 2015 - 17:38 WIB
Susi Imbau Mendag Bebaskan...
Susi Imbau Mendag Bebaskan Bea Masuk Nilon
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti memberikan imbauan kepada Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel untuk membebaskan bea masuk impor nilon.

Hal ini karena mayoritas nelayan menggunakan nilon tersebut sebagai bahan baku untuk membuat jaring tangkap ikan.

"Minta ke Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, nilon bebaskan bea masuk. Karena ini nelayan membuat jaring dengan harga tinggi karena bea masuk 30% dahulu. Saya akan minta Menteri Perdagangan bebaskan bea masuk," ujarnya di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Jumat (13/2/2015).

Jaring yang dibuat dengan bahan dasar dari nilon termasuk kedalam kategori tekstil. Nilon terkena bea masuk karena masuk ke kategori tersebut.

Susi mengungkapkan, alasan pemerintah mengenakan bea masuk terhadap nilon karena para pengusaha tekstil meminta proteksi dari pemerintah. "Akhirnya tekstil nilon ini masuk harus bayar 30%. Jadi jaring nelayan bayar bea masuk 30%," jelasnya.

Dia juga akan tetap berjuang agar nilon tidak kena pajak bea masuk. "Nanti kita kirim sama Pak Rachmat baju dari jaring yang terbuat dari nilon itu," tandasnya sambil bergurau.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
25 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved