Paripurna APBNP 2015 Disinyalir Sarat Lobi

Minggu, 15 Februari 2015 - 22:35 WIB
Paripurna APBNP 2015...
Paripurna APBNP 2015 Disinyalir Sarat Lobi
A A A
JAKARTA - Pengamat dari Koalisi Anti Utang (KAU) Kusfiardi mensinyalir adanya lobi-lobi politik dalam rapat paripurna pengambilan keputusan Rancangan Undang-undang (RUU) APBNP 2015. Pasalnya, rapat yang sedianya dimulai pukul 10.00 WIB diskors hingga sepuluh jam, dan baru dimulai kembali pukul 20.00 WIB.

Seperti diketahui, pemerintah dan DPR RI pada Jumat (13/2/2015) lalu, baru saja melaksanakan rapat paripurna pengambilan keputusan RUU APBN Perubahan 2015. Namun, paripurna yang tadinya berlangsung pukul 10.00 WIB molor lantaran masih ada permasalahan yang harus diklarifikasi antar komisi.

"Sangat mungkin (lobi politik). Karena memang kan agak aneh, mulai dari Kamis itu rapat di Banggar untuk pembahasan akhir itu kan ditunda dari jam 10 sampai jam 2 malam. Itu paripurna mestinya jam 10 digeser lewat dari jam 7 malam. Tentu kita melihat ada indikasi lobi politik dilakukan," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (15/2/2015).

Salah satu permasalahan yang harus diklarifikasi antar komisi adalah besaran penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Djakarta Lloyd senilai Rp350 miliar yang nyelinap masuk ke dalam draf RUU APBN Perubahan 2015. Padahal, Komisi VI jelas-jelas telah menolak BUMN perkapalan tersebut mendapat PMN.

Kusfiardi pun menyayangkan jika ternyata dalam rapat paripurna akhir pekan lalu sampai terjadi lobi politik yang bertentangan dengan upaya mengoptimalkan keuangan negara. Menurutnya, kemungkinan lobi politik sangat besar dalam sepuluh jam masa skorsing tersebut.

"Kita akan sangat menyayangkan jika lobi politik itu justru dimaksudkan untuk memuluskan apa yang menjadi keberatan dari yang sudah disampaikan berbagai kalangan terkait PMN ini," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
20 menit yang lalu
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
55 menit yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
1 jam yang lalu
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
1 jam yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
2 jam yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved