Neraca Pembayaran Surplus USD2,4 Miliar

Senin, 16 Februari 2015 - 09:34 WIB
Neraca Pembayaran Surplus...
Neraca Pembayaran Surplus USD2,4 Miliar
A A A
JAKARTA - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal IV tahun 2014 mengalami surplus USD2,4 miliar. Hal ini didukung defisit transaksi berjalan yang menurun (2,81% PDB) dan surplus transaksi modal dan finansial (TMF) yang cukup besar.

Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia Hendy Sulistyowati mengatakan, secara keseluruhan kinerja NPI tahun 2014 membaik seiring kebijakan stabilisasi yang dilakukan secara konsisten di tengah dinamika perekonomian global. Tercatat, NPI 2014 surplus USD15,2 miliar, atau kebalikan dari defisit USD7,3 miliar pada tahun 2013.

Menurut Hendy, hal ini ditopang oleh defisit transaksi berjalan yang menurun dan surplus pada TMF yang meningkat signifikan. ”Surplus NPI itu pada gilirannya mendorong kenaikan posisi cadangan devisa dari USD99,4 miliar pada akhir 2013 menjadi USD111,9 miliar di akhir tahun 2014,” ujar Hendy saat diskusi bareng media di Jakarta akhir pekan lalu.

Pada kuartal IV 2014 defisit transaksi berjalan menurun menjadi 2,81% PDB dibanding 2,99% PDB pada kuartal III 2014. Penurunan ini, menurut Hendy, terutama didukung oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan barang seiring naiknya surplus neraca perdagangan nonmigas dan menurunnya defisit neraca perdagangan migas.

Hendy menjelaskan, surplus neraca perdagangan barang pada kuartal IV 2014 menurun dibandingkan kuartal IV 2013 yang mencapai surplus USD4,7 miliar, terutama dipengaruhi oleh turunnya surplus neraca perdagangan nonmigas. Untuk keseluruhan 2014, surplus neraca perdagangan barang (USD6,9 miliar) lebih besar dibandingkan surplus pada 2013, sebesar USD5,8 miliar.

Kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas kuartal IV tahun 2014 dipengaruhi oleh peningkatan ekspor yang melampaui kenaikan impor. ”Ekspor nonmigas meningkat (1,4%,qtq) ditopang oleh kenaikan permintaan, khususnya minyak nabati dan produk manufaktur, disaat tren penurunan harga komoditas masih berlanjut,” tambah Hendy.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menambahkan, selama kuartal IV 2014 dan sepanjang 2014, total ekspor nonmigas ke 10 negara tujuan utama terkontraksi lebih dalam, terutama karena penurunan ekspor ke China, Jepang, India, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, dan Belanda. Namun, ekspor ke Amerika Serikat dan Singapura serta Australia tercatat meningkat.

Sementara itu, impor nonmigas kuartal IV 2014 secara tahunan masih menurun seiring penurunan volume impor pada kelompok barang konsumsi dan barang modal mengikuti moderasi permintaan do-mestik. Untuk keseluruhan 2014, kontraksi impor sejalan dengan kebijakan stabilisasi ekonomi terjadi pada impor seluruh kelompok barang.

Ekonom A Prasetyantoko mengatakan, neraca pembayaran mengalami surplus pada kuartal IV 2014 dikarenakan portofolio investasi yang besar. Adapun defisit neraca transaksi berjalan disebabkan oleh faktor impor yang mengecil dan ekspor sedikit membaik.

”Kuartal IV tahun 2014 kan defisit transaksi berjalan turun menjadi 2,81% PDB dibanding 2,99% PDB pada kuartal III tahun 2014. Kalau kuartal 3 ke kuartal 4 defisitnya lebih kecil, itu artinya kinerjanya membaik,” ujar Pras kepada KORAN SINDO kemarin.

Kunthi Fahmar Sandy
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
37 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved