RI-Freeport Sepakat Bangun Smelter di Papua

Senin, 16 Februari 2015 - 09:37 WIB
RI-Freeport Sepakat...
RI-Freeport Sepakat Bangun Smelter di Papua
A A A
TIMIKA - Pemerintah dan PT Freeport Indonesia akhirnya menyepakati rencana pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di Papua, tepatnya di kawasan industri terpadu Timika.

Fasilitas tersebut akan menjadi bagian dari pembangunan kapasitas smelter nasional. ”Selanjutnya Kementerian ESDM akan membentuk tim untuk menelaah kapasitas smelter nasional yang akan memetakan kembali kebutuhan kapasitas olah secara nasional,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam konferensi pers bersama di Timika, Papua, kemarin.

Sudirman mengatakan, smelter di Papua akan dibangun oleh Pemda Papua dengan menggandeng investor. Pemda Papua akan membuat tim kerja guna mempersiapkan kawasan, sekaligus menyaring calon investor bagi pembangunan fasilitas tersebut. Freeport pun menurutnya akan mendukung penuh keberadaan smelter tersebut dengan memasok konsentrat sesuai kapasitas yang akan dibangun.

Gubernur Papua Luka Enembe menyambut baik kesepakatan yang terjadi. Dia menegaskan bahwa pemda akan menyiapkan semua hal yang menjadi kebutuhan untuk merealisasikan integrasi smelter dan kawasan industri yang sedang dibangun. ”Lahan sudah siap, dana pun kita siap membantu,” tandasnya.

Dia memaparkan, kawasan industri yang tengah disiapkan untuk tahap pertama seluas 650 ha dan akan dikembangkan hingga 2.000 ha. Saat ini, kata Lukas, pemda akan mematangkan dulu komitmen pembangunan smelter sekaligus menyeleksi investor yang betul-betul memiliki kesiapan dana maupun kemampuan.

Sementara, Direktur Utama Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin menyatakan, bagi Freeport, keputusan ini merupakan suatu rangkaian dukungan bagi penyelesaian masalah pengolahan produksi konsentrat secara nasional. Dengan kebutuhan nasional untuk pengolahan sekurang-kurangnya 4 juta ton per tahun, Freeport menyadari bahwa memang dibutuhkan pembangunan smelter lainnya.

Karena itu, Freeport tetap akan melihat sejauh mana kebutuhan ekspansi smelter yang telah ada di Gresik. Saat ini Freeport masih melanjutkan proses pembangunan smelter di Jawa Timur tersebut. Maroef pun menegaskan komitmen Freeport untuk meningkatkan kontribusi bagi masyarakat dan negara.

Pada kesempatan yang sama anggota Komisi VII DPR Tony Wardoyo menilai kesepakatan yang tercapai merupakan langkah maju yang harus diapresiasi semua pihak. ”Pemerintah daerah harus memanfaatkan momentum ini dengan sebaikbaiknya. Proses ini harus dijaga sebaik-baiknya, jangan ada pengaruh kepentingan-kepentingan tertentu,” tandasnya.

Sebelumnya Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengancam, jika Freeport tidak bangun smelter lebih baik angkat kaki meninggalkan Papua. Lantaran keinginan itu merupakan keinginan rakyat Papua.

M faizal
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
29 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved