Peluang Penguatan IHSG Diproyeksi Terhalangi Volume Jual
Selasa, 17 Februari 2015 - 08:10 WIB
Peluang Penguatan IHSG Diproyeksi Terhalangi Volume Jual
A
A
A
JAKARTA - Peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari ini diproyeksi akan terhalangi naiknya volume jual.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola bearish engulfing jauhi area upper bollinger band (UBB ). MACD mulai bergerak turun dengan histogram positif yang lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R juga bergerak turun.
"Melihat sentimen yang ada dan kemungkinan masih naiknya volume jual maka akan membuat peluang kenaikan terganggu. Kami berharap jikapun terjadi pelemahan maka dapat lebih terbatas," ujarnya di Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.295-5.310 dan resisten 5.375-5.388. Laju IHSG sempat berada di area target resisten 5.382-5.389 dan bergerak menuju bawah area target support 5.349-5.368.
Kemarin, adanya pelemahan tersebut secara tidak langsung telah menutup utang gap 5.346-5.352. Pelemahan yang cukup besar seiring maraknya aksi profit taking telah membuat tren kenaikan IHSG sempat terganggu.
"Tampaknya seperti sudah menjadi kebiasaan, di mana pasca IHSG menyentuh level tertinggi terbarunya, laju IHSG terkonsolidasi cenderung melemah," kata dia.
Sementara imbas positifnya laju bursa saham Eropa dan Amerika Serikat (AS) sebelumnya serta positifnya laju bursa saham Asia yang dibarengi terapresiasinya rupiah serta masih nett buy asing kurang memberikan tambahan sengatan bagi IHSG untuk berada di zona hijau.
"Apalagi jika diikuti dengan sentimen telah disahkannya R-APBN 2015 yang menurut kami belum terntu akan dapat terpenuhi jika melihat pencapaian sepanjang 2014 yang lalu, sehingga menjadi kurang realistis untuk tercapai dan kurang dapat memberikan tambahan sentiment positif meski target dalam R-APBN 2015 tersebut lebih tinggi dari APBN 2014," tutur Reza.
Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp1,28 triliun menjadi net buy Rp617,98 miliar.
Kepala Riset PT Woori Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola bearish engulfing jauhi area upper bollinger band (UBB ). MACD mulai bergerak turun dengan histogram positif yang lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R juga bergerak turun.
"Melihat sentimen yang ada dan kemungkinan masih naiknya volume jual maka akan membuat peluang kenaikan terganggu. Kami berharap jikapun terjadi pelemahan maka dapat lebih terbatas," ujarnya di Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.295-5.310 dan resisten 5.375-5.388. Laju IHSG sempat berada di area target resisten 5.382-5.389 dan bergerak menuju bawah area target support 5.349-5.368.
Kemarin, adanya pelemahan tersebut secara tidak langsung telah menutup utang gap 5.346-5.352. Pelemahan yang cukup besar seiring maraknya aksi profit taking telah membuat tren kenaikan IHSG sempat terganggu.
"Tampaknya seperti sudah menjadi kebiasaan, di mana pasca IHSG menyentuh level tertinggi terbarunya, laju IHSG terkonsolidasi cenderung melemah," kata dia.
Sementara imbas positifnya laju bursa saham Eropa dan Amerika Serikat (AS) sebelumnya serta positifnya laju bursa saham Asia yang dibarengi terapresiasinya rupiah serta masih nett buy asing kurang memberikan tambahan sengatan bagi IHSG untuk berada di zona hijau.
"Apalagi jika diikuti dengan sentimen telah disahkannya R-APBN 2015 yang menurut kami belum terntu akan dapat terpenuhi jika melihat pencapaian sepanjang 2014 yang lalu, sehingga menjadi kurang realistis untuk tercapai dan kurang dapat memberikan tambahan sentiment positif meski target dalam R-APBN 2015 tersebut lebih tinggi dari APBN 2014," tutur Reza.
Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net buy Rp1,28 triliun menjadi net buy Rp617,98 miliar.
(rna)
Lihat Juga :