Ekspor Produk Pertanian Naik 8,9%

Rabu, 18 Februari 2015 - 13:12 WIB
Ekspor Produk Pertanian...
Ekspor Produk Pertanian Naik 8,9%
A A A
JAKARTA - Kinerja ekspor produk pertanian pada Januari 2015 mencapai USD437,4 juta. Jumlah tersebut lebih tinggi sekitar 8,9% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD401,7 juta.

“Ekspor mengalami penurunan hampir di semua sektor, kecuali untuk produk pertanian (yang mengalami peningkatan),” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel dalam jumpa pers kinerja ekspor impor di Jakarta, kemarin. Rachmat mengatakan, ekspor pertanian yang mengalami peningkatan antara lain adalah minyak sawit mentah (crude palm oil /CPO) sebesar 7,1%, kopi, teh, dan rempah-rempah naik 56%, dan kakao naik 17,6%.

“Sektor pertanian merupakan salah satu primadona ekspor di tengah lesunya ekspor sektor lainnya,” ujar Rachmat. Secara struktur, pada Januari 2015 ekspor produk pertanian mencapai 3,29%, sementara jika dibandingkan dengan Januari 2014 lalu tercatat sebesar 2,78%. Ekspor industri pengolahan di periode yang sama mengalami penurunan sebesar 4,69%, pada Januari 2015 tercatat ekspor sebesar USD9,06 miliar, sedangkan pada Januari 2014 sebesar USD9,51 miliar.

Impor Barang Konsumsi Turun 20,3%

Imbas dari berbagai pemberitaan di dalam negeri, impor barang konsumsi mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 20,3%. Pangsa impor barang konsumsi tercatat sebesar 6,2% dan nilainya mengalami penurunan sebesar 20,3% (YoY), tertinggi penurunannya di antara struktur barang impor lainnya.

“Adapun, barang konsumsi yang impornya turun signifikan, antara lain daging hewan, kendaraan bermotor, buahbuahan, barang dari kulit, dan pakaian jadi,” ujar Rachmat. Pada Januari total nilai impor mencapai USD12,6 miliar. Jumlah tersebut menurun 15,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat USD 14,9 miliar atau menurun 12,8% dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara struktur impor Januari masih didominasi bahan baku/penolong (76,3%) meski nilainya mengalami penurunan 4,1% (YoY). Bahan baku/penolong yang nilai impornya turun signifikan antara lain perangkat optik turun 16%, bahan kimia organik turun 15,3%, dan kapas turun 11,0%.

Inda susanti/ant
(bhr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved