Pemerintah Didesak Prioritaskan Gas Domestik

Rabu, 18 Februari 2015 - 13:14 WIB
Pemerintah Didesak Prioritaskan...
Pemerintah Didesak Prioritaskan Gas Domestik
A A A
JAKARTA - Pemerintah didesak tetap memberikan prioritas kepada pasar domestik untuk gas alam cair (LNG) yang tidak terserap oleh konsumen yang sudah terkontrak.

Ketua Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan, penyerapan gas domestik yang tidak sesuai dengan komitmen tentu saja menyebabkan selain kehilangan potensi penerimaan Negara juga potensi ekonomi yang dapat diciptakan apabila LNG itu dapat diserap.

“Kalau ternyata pasar domestik memang belum mampu menyerap, baru ekspor dapat dilakukan, tentu saja dengan syarat-syarat yang ketat,” ujarnya di Jakarta, kemarin. Dia juga menyayangkan FSRU Lampung mengalami kerusakan hingga dua kali sehingga mengganggu penyerapan LNG.

“Ini tentu saja menyebabkan negara rugi dua kali. Penerimaan tidak dapat, dan di sisi lain dampak positif multiplier effect dari pasokan LNG apabila terserap dengan baik pun tidak terjadi,” katanya. Penyerapan gas dalam bentuk LNG untuk domestik masih belum optimal karena terhambat oleh ketersediaan infrastruktur dan belum maksimalnya penyerapan oleh fasilitas yang sudah dibangun.

Pemerintah seharusnya dapat mengoptimalkan penyerapan kelebihan kargo LNG untuk kebutuhan gas domestik. Kabag Humas SKK Migas Rudianto Rimbono mengatakan, alokasi LNG sebanyak 38 kargo tahun lalu hanya terserap sekitar 94,74%. Diamengakui, ada beberapa sebab alokasi tersebut tidak dapat diserap, seperti kurangnya infrastruktur dan tidak optimalnya penyerapan fasilitas penerima LNG di dalam negeri.

“Target penyerapan LNG oleh pasar domestik tahun lalu masih belum terpenuhi. Kalau melihat komitmen awal pembelian, FSRU Lampungyangseharusnya dapat menyerap lima kargo masih belum optimal karena baru terealisasi tiga kargo. Sasilitas lain, seperti Arun, masih dalam proses persiapan sedangkan Nusantara Regas sudah sesuai komitmen 100%,” kata Rudianto.

Tahun ini pemerintah dan SKK Migas mematok kenaikan jumlah kargo LNG yang dapat disalurkan ke domestik. Peningkatan tersebut setelah melihat adanya potensi peningkatan permintaan setelah Regasifikasi Arun selesai dan beroperasi dan potensi pengalihan pasokan untuk PGN yang tahun lalu belum terserap ditambahkan pada tahun ini.

Anton c
(bhr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
MPMX Meningkatkan Pembagian...
MPMX Meningkatkan Pembagian Dividen Tunai di Tengah Kondisi Industri yang Menantang
3 jam yang lalu
Manulife Indonesia Cetak...
Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
4 jam yang lalu
Jangan hanya Lihat Bunga,...
Jangan hanya Lihat Bunga, Pahami Cicilan Sebelum Ajukan Pindar
5 jam yang lalu
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
5 jam yang lalu
Joy Air Bangkrut, Ribuan...
Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
6 jam yang lalu
J Trust Bank Dorong...
J Trust Bank Dorong Tabungan Hijau Jadi Aksi Nyata Lingkungan
7 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved