Kurtubi: Tak Rugi Bangun Smelter di Lokasi Tambang
Kamis, 19 Februari 2015 - 14:49 WIB
Kurtubi: Tak Rugi Bangun Smelter di Lokasi Tambang
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR RI Kurtubi menjamin para raksasa tambang tidak akan rugi jika membangun pabrik pemurnian dan pengolahan mineral (smelter) di lokasi tambang masing-masing. Pasalnya, para pengusaha itu akan mendapatkan keuntungan dari produk final hasil pengolahan tersebut.
Dia mengatakan, harga produk hasil pengolahan berkali lipat lebih mahal dari pada produk tambang mentah. Terlebih, ongkos yang dikeluarkan para raksasa tambang itu akan lebih murah jika smelter tersebut telah berproduksi.
"Yang namanya smelter itu mustahil rugi karena harga dari pada produk final smelter itu sangat mahal, bisa berlipat-lipat dari harga bahan baku yang berupa produk tambang mentah seperti konsentrat," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Kamis (19/2/2015).
Kurtubi menjelaskan, perusahaan tambang bisa menentukan sendiri kapasitas smelter-nya jika membangun di lokasi tambang masing-masing. Di lokasi tambang pun akan jauh lebih efisien karena perusahaan tidak perlu melakukan pembebasan lahan lagi.
"Di lokasi tambang tidak butuh pembebasan lahan karena area tambang itu umumnya pakai ribuan hektare. Jadi tidak ada masalah dengan lahan," terangnya.
Selain itu, sambung dia, para raksasa tambang tidak perlu membangun pembangkit listrik baru yang notabenenya perlu merogoh kocek lebih dalam lantaran umumnya perusahaan tambang telah memiliki pembangkit listrik, dan hanya menambah kapasitas.
"Kalau mau smelter di lokasi tambang, maka bisa gunakan pembangkit yang mereka punya sekarang. Nah, pembangkit listrik itu yang kapasitasnya ditambah. Ini jauh lebih murah dari pada bikin baru. Jadi listrik dan tanah bukan hambatan," tegas dia.
Kurtubi pun mengaku heran mengapa perusahaan-perusahaan tersebut tidak mau membangun smelter-nya masing-masing. Padahal menurutnya, dengan membentuk konsorsium pembangunan smelter nasional maka pemerintah pasti akan mengarahkan pembangunannya di Gresik, Jawa Tengah yang jelas-jelas jauh dengan lokasi pertambangan.
"Jadi ini pertanyaan besar kenapa perusahaan tambang tidak mau bangun (smelter)? Bukan dengan konsorsium. Boleh saja perusahaan tambang mengundang partnernya untuk membangun smelter di lokasi tambang sebab ini bisa diarahkan ke Gresik lagi," pungkasnya.
(Baca: DPR Sebut Konsorsium Smelter Tak Efisien)
Dia mengatakan, harga produk hasil pengolahan berkali lipat lebih mahal dari pada produk tambang mentah. Terlebih, ongkos yang dikeluarkan para raksasa tambang itu akan lebih murah jika smelter tersebut telah berproduksi.
"Yang namanya smelter itu mustahil rugi karena harga dari pada produk final smelter itu sangat mahal, bisa berlipat-lipat dari harga bahan baku yang berupa produk tambang mentah seperti konsentrat," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Kamis (19/2/2015).
Kurtubi menjelaskan, perusahaan tambang bisa menentukan sendiri kapasitas smelter-nya jika membangun di lokasi tambang masing-masing. Di lokasi tambang pun akan jauh lebih efisien karena perusahaan tidak perlu melakukan pembebasan lahan lagi.
"Di lokasi tambang tidak butuh pembebasan lahan karena area tambang itu umumnya pakai ribuan hektare. Jadi tidak ada masalah dengan lahan," terangnya.
Selain itu, sambung dia, para raksasa tambang tidak perlu membangun pembangkit listrik baru yang notabenenya perlu merogoh kocek lebih dalam lantaran umumnya perusahaan tambang telah memiliki pembangkit listrik, dan hanya menambah kapasitas.
"Kalau mau smelter di lokasi tambang, maka bisa gunakan pembangkit yang mereka punya sekarang. Nah, pembangkit listrik itu yang kapasitasnya ditambah. Ini jauh lebih murah dari pada bikin baru. Jadi listrik dan tanah bukan hambatan," tegas dia.
Kurtubi pun mengaku heran mengapa perusahaan-perusahaan tersebut tidak mau membangun smelter-nya masing-masing. Padahal menurutnya, dengan membentuk konsorsium pembangunan smelter nasional maka pemerintah pasti akan mengarahkan pembangunannya di Gresik, Jawa Tengah yang jelas-jelas jauh dengan lokasi pertambangan.
"Jadi ini pertanyaan besar kenapa perusahaan tambang tidak mau bangun (smelter)? Bukan dengan konsorsium. Boleh saja perusahaan tambang mengundang partnernya untuk membangun smelter di lokasi tambang sebab ini bisa diarahkan ke Gresik lagi," pungkasnya.
(Baca: DPR Sebut Konsorsium Smelter Tak Efisien)
(rna)