Pembangunan Smelter Berpotensi Mangkrak

Jum'at, 20 Februari 2015 - 17:40 WIB
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Berpotensi Mangkrak
A A A
JAKARTA - Ketua Tim Sinkronisasi Pengolahan dan Pemurnian Hasil Tambang Said Didu mengungkapkan, jika kontrak tambang PT Freeport Indonesia tidak diperpanjang, maka pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan mineral (smelter) berpotensi mangkrak.

Dia menuturkan, hal ini lantaran sebagian konsentrat yang akan dimurnikan berasal dari Freeport. Dengan kata lain, jika kontrak Freeport tidak diperpanjang, maka tidak akan ada investor smelter yang mau masuk dan menginvestasikan dananya untuk pembangunan smelter.

"Tidak akan ada investor smelter mau masuk kalau tidak ada kepastian perpanjangan Freeport," katanya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Sebab itu, dia menyarankan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, direvisi sebelum nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tahap satu Freeport berakhir pada 25 Juli 2015.

"Saran saya begitu (revisi PP 77/2014 sebelum 25 Juli 2015), karena kalau tidak ada kepastian perpanjangan Freeport maka program smelter semua juga tidak pasti," imbuh dia. (Baca: Keputusan Perpanjangan Kontrak Freeport Sebelum 25 Juli).

Said menjelaskan, PP Nomor 77/2014 tersebut nantinya hanya akan direvisi beberapa pasal. Misalnya, perpanjangan kontrak baru akan diberikan dua tahun sebelum masa kontrak habis akan direvisi menjadi berdasarkan karakteristik tambang.

"Jadi nanti PP akan bervariasi, tidak rasional kalau tambang kecil, openpit, yang muda, muda sekali, disamakan. Kalau tidak bervariasi nanti pemerintahan berganti perpanjangan dikasih semua di depan. Pengelompokkan berdasarkan karakteristik, tingkat kesulitan tambang dan besarnya investasi," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
19 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
56 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved