IHSG Awal Pekan Berpeluang Perbaiki Rekor
Senin, 23 Februari 2015 - 08:08 WIB
IHSG Awal Pekan Berpeluang Perbaiki Rekor
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpeluang memperbaiki rekor barunya pada akhir pekan lalu.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola shooting star dekati area upper bollinger band (UBB). MACD bergerak naik setelah golden cross dengan histogram positif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R terlihat cenderung mendatar.
"Meski kami masih mengharapkan adanya kenaikan, namun waspadai historikal pembalikan arah pasca IHSG sentuh level tertinggi terbarunya," kata dia, Senin (23/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.368-5.387 dan resisten 5.415-5.432. Laju IHSG akhir pekan lalu sempat melampaui area target resisten 5.405-5.422 dan sempat bertahan di atas area target support 5.300-5.368.
IHSG pada akhir pekan lalu menorehkan rekor di hari kejepit (tanggung libur) seiring masih adanya aksi beli. IHSG pun berhasil menyentuh level tertinggi terbarunya 5.427,31. Utang gap 5.342-5.372 masih ada dan sesekali diiringi aksi profit taking.
Dia menjelaskan, IHSG akan mencoba mencapai level tertinggi terbarunya sepanjang sentimen di pasar cukup kondusif yang disertai dengan meningkatnya volume maupun aksi beli.
"Mahal-murah dan tinggi-rendahnya level IHSG ialah relatif. Artinya sepanjang berbagai faktor terpenuhi maka high level selanjutnya akan diraih," ujarnya.
Sementara meski laju rupiah masih menunjukkan pelemahannya, namun dukungan dari transaksi asing yang kembali net buy, laju positif bursa saham Asia, dan imbas beberapa rilis moneter Indonesia yang dibantukan dengan masih adanya imbas penurunan BI rate mampu melambungkan IHSG meski jelang akhir sesi mulai sedikit melemah.
Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net sell Rp386,38 miliar menjadi net buy Rp886,02 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola shooting star dekati area upper bollinger band (UBB). MACD bergerak naik setelah golden cross dengan histogram positif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R terlihat cenderung mendatar.
"Meski kami masih mengharapkan adanya kenaikan, namun waspadai historikal pembalikan arah pasca IHSG sentuh level tertinggi terbarunya," kata dia, Senin (23/2/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.368-5.387 dan resisten 5.415-5.432. Laju IHSG akhir pekan lalu sempat melampaui area target resisten 5.405-5.422 dan sempat bertahan di atas area target support 5.300-5.368.
IHSG pada akhir pekan lalu menorehkan rekor di hari kejepit (tanggung libur) seiring masih adanya aksi beli. IHSG pun berhasil menyentuh level tertinggi terbarunya 5.427,31. Utang gap 5.342-5.372 masih ada dan sesekali diiringi aksi profit taking.
Dia menjelaskan, IHSG akan mencoba mencapai level tertinggi terbarunya sepanjang sentimen di pasar cukup kondusif yang disertai dengan meningkatnya volume maupun aksi beli.
"Mahal-murah dan tinggi-rendahnya level IHSG ialah relatif. Artinya sepanjang berbagai faktor terpenuhi maka high level selanjutnya akan diraih," ujarnya.
Sementara meski laju rupiah masih menunjukkan pelemahannya, namun dukungan dari transaksi asing yang kembali net buy, laju positif bursa saham Asia, dan imbas beberapa rilis moneter Indonesia yang dibantukan dengan masih adanya imbas penurunan BI rate mampu melambungkan IHSG meski jelang akhir sesi mulai sedikit melemah.
Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy dari net sell Rp386,38 miliar menjadi net buy Rp886,02 miliar.
(rna)
Lihat Juga :